TUTUP
TUTUP
BISNIS
Pertumbuhan Ekonomi

Menkeu: "Proyeksi IMF Salah Terus"

Sri Mulyani mengungkapkan prediksi IMF memang selalu pesimistis dibanding pemerintah.
Menkeu: "Proyeksi IMF Salah Terus"
Menkeu dan Plt Menko Perekonomian Sri Mulyani (Andika Wahyu)

VIVAnews - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tidak sependapat dengan perkiraan pertumbuhan ekonomi tahun 2010 versi IMF (Dana Moneter Internasional). Menurut Sri Mulyani pertumbuhan ekonomi nasional tahun depan tetap berada di kisaran 5 persen.
 
"IMF kan salah terus," kata Sri Mulyani di Kantor Menko Perekonomian, Selasa 3 November 2009.

Menurut Sri Mulyani, prediksi IMF memang selalu pesimistis dibanding pemerintah. Tak hanya sekali, tapi dari pengalaman sebelumnya, memang prediksi pemerintah selalu lebih tepat.
 
"Yang kemarin (semester I 2009) mereka hanya memperkirakan tumbuh 2,5, persen tapi ternyata tidak. Jadi kami tetap 4,3 persen untuk tahun ini dan tahun depan 5 persen," katanya.
 
Sebagaimana diberitakan kemarin bahwa IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan bisa di atas 4,8 persen. Angka Ini lebih rendah dibanding perkiraan pemerintah yang dikisaran 5 - 5,5 persen.

Menurut Senior Resident Representatif IMF di Jakarta, Milan Zavadjil pertumbuhan ekonomi Indonesia masih akan tumbuh dengan kuat. Indonesia juga merupakan salah satu negara terbaik setelah krisis. Pada tahun ini, prediksi IMF untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 4 persen.

Pertumbuhan ekonomi yang positif didukung oleh konsumsi dalam negeri dan investasi yang besar. Permintaan yang kuat menyebabkan investasi akan mengalami peningkatan "Potensi pertumbuhan di atas 4,8 persen masih bisa terjadi," kata dia di Jakarta Senin 2 November 2009.

Tahun depan, lanjut dia, pemulihan ekonomi masih berjalan dengan lambat. Ekspor juga diperkirakan masih lemah. Untuk itu negara-negara di dunia perlu mempertahankan kebijakan seperti pengucuran stimulus fiskal, defisit yang diperlebar.

Defisit Indonesia tahun depan sekitar 1,6 persen atau Rp 98 triliun. "Kebijakan fiskal dan moneter sebaiknya dipertahankan hingga situasi benar-benar pulih," ujarnya.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP