BISNIS

Antisipasi Kasus McD, Waralaba Harus Diawasi

Kadin telah mengusulkan hal ini kepada pemerintah dan sedang dalam proses sounding.

ddd
Kamis, 5 November 2009, 18:28
Mcdonald
Mcdonald (Vivanews/Nurcholis Anhari Lubis)

VIVAnews - Guna mengantisipasi kasus hukum yang melibatkan bisnis waralaba seperti kasus McDonald's versus Bambang Rachmadi, Bapepam-LK dinilai perlu turut melakukan pengawasan.

"Saya usulkan Bapepam-LK ikut mengawasi waralaba untuk antisipasi agar kasus seperti McDonald's tidak terulang lagi, karena ini terkait kepemilikan saham," kata Komite Tetap Waralaba dan Lisensi Kadin Indonesia Amir Karamoy di Jakarta, Kamis, 5 November 2009.

Kadin telah mengusulkan hal ini kepada pemerintah dan sedang dalam proses sounding pada Menteri Perdagangan sebagai otoritas pengatur waralaba.

Menurut Amir, kasus perseteruan McDonald's dengan Bambang Rachmadi karena tidak adanya mekanisme clean break dalam perjanjian franchise.

"Artinya, waktu break (pemutusan perjanjian) harus clean (bersih) atau tidak ada tuntutan hukum," katanya.

Padahal dalam PP No. 42 tahun 2007, telah mengatur mekanisme clean break tersebut. Jika ada pemutusan perjanjian waralaba, maka kedua belah pihak diminta untuk sepakat.

"Sehingga jika ada dispute seperti itu, tidak perlu lewat pengadilan. Seperti waralaba di Amerika Serikat, tidak pernah lewat pengadilan, tapi dengan arbitrase atau mediasi melalui asosiasi," kata dia.

Menurutnya, sistem mediasi seperti demikian di Indonesia belum sepenuhnya berjalan optimal.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com