TUTUP
TUTUP
BISNIS
Skandal Bank Century

Dirut Century: Tak Ada Aliran Dana ke Parpol

Tapi, jika dana itu kemudian disalurkan oleh bank lain ke partai politik, dia tak tahu.
Dirut Century: Tak Ada Aliran Dana ke Parpol
Dirut Century Bank, Maryono (VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)

VIVAnews-- Direktur Utama Bank Mutiara (sebelumnya Bank Century) Maryono membantah adanya aliran dana ke partai politik tertentu. "Itu tidak ada," jelas dia di Jakarta.

Maryono mengatakan dana deposan yang jatuh tempo pada periode Nopember-Desember 2008 senilai Rp 7 Triliun. Tapi, ia melanjutkan, jika dana itu kemudian disalurkan oleh bank lain ke partai politik, "saya tidak tahu," kata dia.

Dia beralasan, "Tanggung jawab kami hanya untuk mentransfer permintaan pengalihan dana nasabah ke bank lain atau penarikan kalau setelah disalurkan kami tidak mengetahuinya," jelas Maryono.

Dia membantah adanya penarikan di atas Rp 2 miliar pada periode November hingga Desember 2008 oleh deposan Bank Century. "Kebanyakan nasabah kecil," kata dia. Total, lanjut Maryono, nasabah yang menarik dananya sebesar Rp 2,2 triliun dengan 8250 nasabah.

Untuk penarikan nasabah dengan kategori jumlah besar, Maryono mengatakan jumlahnya mencapai 328 dengan nilai kurang lebih Rp 1,8 Triliun. Tapi ia tidak dapat menjelaskan secara gamblang. "Sekitar Rp 50 miliar, tapi datanya belum lengkap," kata Maryono. Penarikan setiap harinya, jelas dia,  tidak lebih dari Rp 100 miliar pada periode tersebut.

Namun ia tidak dapat mengidentifikasikan deposan penarik. "Waktu diambil alih LPS, posisi bank ini adalah Bank operasi, sulit untuk melakukan identifikasi dengan posisi bank demikian," jelas Maryono.

Tapi, ia menyebutkan, deposan terbesar yang menarik adalah rekening Badan Usaha Milik Negara. Ketika ditanya nama BUMN ataupun bidang usahanya, ia enggan menjelaskan. "Jangan mendesak saya," kata dia.

heri.susanto@vivanews.com

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP