BISNIS

Robert Tak Laporkan Pemecahan Dana ke LPS

Firdaus juga mengungkapkan dalam laporan Century, juga tidak menyebutkan nama deposan.
Selasa, 19 Januari 2010
Oleh : Arry Anggadha, Nur Farida Ahniar, Suryanta Bakti Susila, Anggi Kusumadewi
Bank Century diambil alih

VIVAnews - Robert Tantular memerintahkan kepada PT Bank Century Tbk untuk memecah dana deposito milik Boedi Sampoerna senilai US$ 42,8 juta atau sekitar Rp 400 miliar. Namun, ternyata pemecahan dana deposito itu tidak dilaporkan ke Lembaga Penjamin Simpanan.

"Tidak ada informasi ke kami," kata Ketua Eksekutif LPS Firdaus Djaelani saat diperiksa Panitia Khusus Angket Bank Century di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa 19 Januari 2010. "Baru ada setelah dilakukan."

Selain itu, Firdaus juga mengungkapkan bahwa dalam laporan Century, juga tidak menyebutkan nama deposan. "Tidak disebutkan nama deposannya," jelasnya.

Mengenai pemecahan deposito ini sebelumnya diungkapkan Robert Tantular pada saat diperiksa Panitia Khusus (Pansus) Angket Century. Robert mengaku usulan pemecahan itu berasal dari pihak Boedi Sampoerna.

Usulan disampaikan saat Robert mengatakan ada kemungkinan bahwa Bank Century akan ditutup. Usulan itu mengemuka ketika Robert menyebut, kemungkinan dana yang akan digantikan maksimum hanya Rp 2 miliar.

Pertemuan antara Robert Tantular dengan Rudi Soraya itu pada 14 November 2008 di Jakarta. "Usulan kedua, deposito dipecah-pecahin Rp 2 miliar. Jadi itu idenya Rudi Soraya," ujar Robert.

Seperti diketahui, pada 13 November 2008 Bank Indonesia (BI) menyatakan Century kalah kliring. Pada pencairan 14 November 2008 dilakukan karena pada 13 November 2008 Bank Century kalah kliring.

TERKAIT