BISNIS

Begini Cara Intip PIN ATM

Modus pencurian melalui ATM dilakukan melalui proses skimming.

ddd
Kamis, 21 Januari 2010, 06:23
ATM BNI
ATM BNI (ANTARA/Widodo S. Jusuf)

VIVAnews - Bank Indonesia menegaskan modus pencurian data nasabah bank melalui Anjungan Tunai Mandiri (ATM) pertama kali muncul di luar negeri melibatkan sindikat internasional dan sudah berlangsung setahun yang lalu.

Bagaimana kiat nasabah untuk menghindari agar pencurian serupa tidak terjadi pada Anda. "Kami harap nasabah tenang," kata Deputi Gubernur BI Bidang Sistem Pembayar sekaligus merangkap Bidang Pengawasan Bank Budi Rohadi di Jakarta, 20 Januari 2010.

Menurut Budi, modus pencurian melalui ATM dilakukan melalui proses skimming, yaitu pengkopian data-data nasabah melalui alat skimmer yang dipasang pada mesin ATM.

Selain melalui metode skimming, pembobol bank juga kerap kali menggunakan metode pengkopian PIN ATM nasabah. Metode ini biasanya dilakukan dengan cara "mengintip" PIN nasabah melalui kamera yang dipasang pada mesin ATM sebuah bank.

Biasanya pola-pola pembobolan tersebut dilakukan secara bersamaan dimana selain mengkopi data nasabah, sang pembobol juga mengintip PIN yang diketikan nasabah pada tombol mesin ATM.

Untuk menangkal terjadinya kasus serupa pada diri anda, sebaiknya mulai saat ini nasabah benar-benar waspada ketika menggunakan mesin ATM. Berikut kiat-kiat yang diberikan oleh BI:

1. Biasakan selalu menutup tombol angka pada mesin ATM dengan telapak tangan anda ketika memasukan nomor PIN

2. Ketika selesai bertransaksi lewat ATM, tidak ada salahnya anda masukan kembali kartu ATM ke dalam mesin dan isilah PIN dengan nomor yang salah untuk mengecoh pembobol

3. Bila masih merasa kurang aman, tidak ada salahnya anda mengganti nomor PIN setiap tiga bulan sekali. Dengan catatan, anda tidak akan lupa dengan PIN baru tersebut.

Selain dari pihak nasabah, BI juga mengimbau agar perbankan meningkatkan sistem keamanan kartu ATM dengan menambahkan parameter pertanyaan di setiap transaksi. Disamping mulai menerapkan teknologi chip pada kartu debit dan kredit para nasabahnya.

Pihak perbankan saat ini sebenarnya sudah mencoba mencegah pengintipan dengan memasang kamera dan dinding penghalang pada tombol ATM. Namun upaya tersebut tampaknya belum maksimal jika tidak dibarengi kewaspadaan nasabah sendiri.

hadi.suprapto@vivanews.com



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
nasabah
22/01/2010
sudah saatnya transaksi di ATM menggunakan token seperti halnya transaksi iBanking.
Balas   • Laporkan
jemmy
21/01/2010
alat skimmer dipasang pada mesin atm diluar atau didalam???,kalau diluar kan kelihatan petugas /satpam bank kalau didalam kan berarti orang dalam terlibat???
Balas   • Laporkan
makmur
21/01/2010
sebenarnya menurut aku ada kerja sama antara pencuri dgn orang dalam bank, kamera di pasang di dalam ruang atm, gak masuk di akal kan, kalo satpamnya gak tau, kan atm di jaga 1x24 jam
Balas   • Laporkan
arif
21/01/2010
kalo dilihat akar masalahnya ada pada tahap pengawasan bank yang saat ini masih lemah. bukankah adanya atm adalah pengganti human teller yang ada?jadi lakukan pengawasan mesin atm seperti anda melakukannya terhadap teller2 tsb!!!!mohon segera diterapkan.
Balas   • Laporkan
arif
21/01/2010
kalo dilihat akar masalahnya ada pada tahap pengawasan bank yang saat ini masih lemah. bukankah adanya atm adalah pengganti human teller yang ada?jadi lakukan pengawasan mesin atm seperti anda melakukannya terhadap teller2 tsb!!!!mohon segera diterapkan.
Balas   • Laporkan
robert
21/01/2010
mohon juga di lokasi atm yg kadang ada orang yg minta sumbangan bisa di tertipkan juga...kadangdi depan bank aja di lokasi atm nya ada yg minta sumbangan di biarkan juga sama keamanan bank... mkn juga mereka itu ikut jaringan sindikat nya menjadi mata ma
Balas   • Laporkan
sinyo
21/01/2010
jasa outsourcing juga patut di waspadai karena mereka juga punya akses untuk membuka mesin atm bisa saja saat proses tersebut oknum outsourcing melakukan tindakan kriminal tersebut.
Balas   • Laporkan
Edi Haryadi
21/01/2010
bukankah mesin ATM milik bank, seharusnya kontrol sepenuhnya berada dibank tsb, meskipun kebanyakan proses refill n maintenance dilakukan outsourcing, tetap saja kualitas jasa outsourcing tsb harus dikontrol, termasuk kemungkinan adanya illegal cam
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id