BISNIS

Museum Transmigrasi Dibangun

Pembangunan Museum ini berada di Desa Bagelen, Pesawaran, Lampung.

ddd
Minggu, 21 Februari 2010, 22:01
Pelantikan Presiden :  Muhaimin Iskandar
Pelantikan Presiden : Muhaimin Iskandar (Vivanews/ Tri Saputro)

VIVAnews - Tak hanya benda purbakala, program transmigrasi yang muncul sejak zaman penjajahan Belanda juga diabadikan dalam museum. Museum Nasional Ketransmigrasian, namanya.

Pembangunan Museum ini berada di Desa Bagelen, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. Kawasan ini merupakan kawasan pertama kali program kolonisasi (istilah transmigrasi zaman Belanda) yang dimulai pada 1905 oleh Pemerintah Belanda.

Perpindahan penduduk saat itu dilatarbelakangi adanya kebutuhan Pemerintah Belanda atas pekerja di perkebunan milik mereka di Desa Bagelen, Lampung.

Kawasan museum yang berada di lahan seluas 6,3 hektare itu tidak hanya diperuntukkan bagi museum, melainkan juga untuk kolam renang, sentra kerajinan, panggung terbuka dan juga 10 anjungan rumah adat sejumlah daerah asal transmigran.

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mencanangkan tahun ini sebagai Tahun Kunjungan Museum Nasional Ketransmigrasian.

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar dalam kunjungan ke lokasi museum pada Minggu, 21 Februari 2010, mengatakan kementeriannya akan melakukan serangkaian pengembangan dan promosi guna menunjang pencanangan tahun kunjungan tersebut.

"Pemerintah akan segera mengembangkan dan mempromosikan keberadaan Museum Nasional Ketransmigrasian sebagai pusat pengelolaan berbagai data, informasi dan benda bersejarah yang terkait dengan pelaksanaan program transmigrasi, sejak jaman kolonial hingga saat ini," kata Muhaimin.

Museum tersebut, dia menambahkan, akan dijadikan laboratorium sosial dan pendidikan bagi masyarakat tentang program pemindahan penduduk dari satu pulau ke pulau lainnya.  "Pada kenyataannya, transmigrasi merupakan suatu program pembangunan yang unik dan memiliki kekhasan Indonesia yang berdasarkan kondisi geografis dan demografis, sehingga diperlukan suatru museum untuk pusat informasi program tersebut," ujarnya.

Karena itu, kata dia, Kementerian akan turut mendukung penetapan tahun 2010 sebagai Tahun Kunjungan Museum dengan mengembangkan dan mempromosikan keberadaan MNK sehingga nantinya bisa menarik minat dan meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara dan nusantara datang ke Indonesia.

hadi.suprapto@vivanews.com



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id