BISNIS

Chairul Tanjung Melejit Jadi Orang Kaya Dunia

Chairul Tanjung berada di urutan ke 937 dunia dengan total kekayaan US$ 1 miliar.

ddd
Kamis, 11 Maret 2010, 09:41
Chairul Tanjung, Para Group
Chairul Tanjung, Para Group (VivaNews/ Nurcholis Anhari Lubis)

VIVAnews - Majalah ternama Forbes merilis daftar orang terkaya dunia 2010. Chairul Tanjung mendadak melejit menjadi salah satu orang terkaya dunia asal Indonesia.

Menurut majalah Forbes yang terbit pekan ini, Chairul Tanjung berada di urutan ke 937 dunia dengan total kekayaan US$ 1 miliar. Pria berusia 47 tahun ini dikenal sebagai pemilik Grup Para. Pria ini sudah menikah dengan seorang istri dan memiliki dua anak.

Kisah sukses Chairul Tanjung bermula dari awal kuliah di jurusan Kedokteran Gigi Universitas Indonesia. Biaya masuk kuliah kala tahun 1981 sebesar Rp 75 ribu, dengan uang kuliah per tahun Rp 45 ribu. Rupanya, untuk membayar uang kuliah tersebut, sang ibu sampai harus menggadaikan selembar kain halus.

"Saya betul-betul terenyuh dan shock, sejak saat itu saya bersumpah tidak mau meminta uang lagi ke orang tua," kata dia pada pertengahan Januari 2009 ini.

Semenjak itu, Chairul mulai mencari uang sendiri dengan berbagai cara, mulai dari menjual stiker, buku, tas, kaos, sepatu hingga membuka fotokopi bagi mahasiswa. Dia bekerjasama dengan pemilik mesin fotokopi, dan meletakkannya di tempat strategis yaitu di bawah tangga kampus.

Setelah jatuh bangun berbisnis, Chairul akhirnya sukses membangun Grup Para,. Kini Grup Para mempunyai kerajaan bisnis yang mengandalkan pada tiga bisnis inti. Pertama jasa keuangan seperti Bank Mega, Asuransi Umum Mega, Asuransi Jiwa Mega Life, Mega Capital Indonesia. Kedua, gaya hidup dan hiburan seperti Trans TV, Trans7. Ketiga berbasis sumber daya alam.

Belakangan, Chairul bekerja sama dengan Jusuf Kalla membentuk taman wisata terbesar di Makassar.

Chairul merupakan salah satu dari tujuh orang kaya dunia asal Indonesia. Dia juga satu-satunya pengusaha pribumi yang masuk jajaran orang tajir sedunia. Enam wakil Indonesia lainnya adalah Michael Hartono, Budi Hartono, Martua Sitorus, Peter Sondakh, Sukanto Tanoto dan Low Tuck Kwong.

heri.susanto@vivanews.com



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
Hans
21/11/2010
Kapan bisa dapat modal dan kepercayaan untuk usaha ? aduuh senangnya.
Balas   • Laporkan
Ravavi Wilson
01/10/2010
Menurut teory Macorabusiness bahwa untuk menghimpun dana hanya ada 3 jalan yaitu Mengemis,mencuri,dan berjualan.Pengusaha Indionesia masa lalu hanya calo karena itu disebut Kaya Fasilitas. Kehadiran Macorabusines,sanggup membuktikan apa benar?a
Balas   • Laporkan
Ravavi Wilson
01/10/2010
Menurut teory Macorabusiness bahwa untuk menghimpun dana hanya ada 3 jalan yaitu Mengemis,mencuri,dan berjualan.Pengusaha Indionesia masa lalu hanya calo karena itu disebut Kaya Fasilitas. Kehadiran Macorabusines,sanggup membuktikan apa benar?a
Balas   • Laporkan
ericmoke
14/09/2010
bagi donk uang nya 1m aja ya pak buat saya........saya pingin buka uasha........makasih ya sebelumnya.......mudah mudah rejeki nya bertambah
Balas   • Laporkan
KARYAWAN
14/09/2010
tolong jg diperhatikan kesejahteraan karyawan bos. bnyk yg mengundurkan diri krn gaji yg tidak sesuai dengan tanggung jawab pekerjaan. gila aja gaji call centre Bank Mega di bawah UMR
Balas   • Laporkan
djuwadi,MT
29/04/2010
saya Alumni,ITB pernah bekerja pada kelompok PARA Grup di bandung. ketika itu sedang membangun Rumah Mewah pertama di Bandung Rever V dan BSM.dan pengembangan kantor di jl.gajah Mada. Sekarang punya tanah 14 ha di Banten dpt digunakan pelabuhan. saya juga
Balas   • Laporkan
PIET
16/04/2010
Jangan lupa beramal ya pak...
Balas   • Laporkan
chairul tanjung
19/03/2010
makanya jangan jadi karyawan, siapa suruh ente2 jd buruh jangan ngeluh terus kerja kerja wekekekekk...
Balas   • Laporkan
Bejo
18/03/2010
Bosnya kaya banget...coba tanya tuh karyawan Trans TV & Bank Mega. Gajinya sedikit diatas UMR...tapi gayanya yg kerja di Trans TV udah kayak artis semua
Balas   • Laporkan
@suhartono
16/03/2010
Kalau mau kaya jangan jadi karyawan ... kalau merasa gajinya kecil pindah saja ... beresss ..... cari yang anda rasa lebih besar .... ketika anda tetap kerja di group para berarti anda sepakat dengan gaji yang anda rasa kecil itu ....
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com