BISNIS

Fluktuatif, Rupiah Diperdagangkan 9.039/US$

Rupiah melemah seiring merosotnya nilai Yen.
Selasa, 20 April 2010
Oleh : Hadi Suprapto
rupiah

VIVAnews - Fluktuasi nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap sejumlah mata uang utama dunia, membuat rupiah mengalami koreksi tipis. Kemarin, pada perdagangan pagi, rupiah sempat melemah. Namun berbalik menguat setelah perdagangan sore.

Menurut data transaksi valuta asing Bloomberg, pada perdagangan Selasa 20 April 2010, pukul 08.10, rupiah ditransaksikan pada level 9.039 per dolar AS. Rupiah melemah 31 poin atau 0,34 persen. Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia 9.046 per dolar AS.

Robin Setiawan, analis dari perusahaan sekuritas di Jakarta mengatakan, fundamental ekonomi Indonesia masih positif. Terlebih, setelah Thailand terus diguncang demontrasi besar-besaran, membuat Indonesia jadi pilihan bagi investor. "Investor di sana mengalihkan investasinya, terbukti rupiah terus menguat," kata Robin.

Melemahnya rupiah seiring dengan melemahnya mata uang utama Asia, yen Jepang. Yen pagi ini ditransaksikan pada level 92,6000 per dolar AS, atau melemah 0,22 persen. Sedangkan dolar Hong Kong dan dolar Singapura masing-masing menguat 0,0058 persen dan 0,13 persen.

Di pasar Eropa, nilai tukar euro terhadap dolar AS tengah menguat 0,037 persen ke US$ 1,3494, dan poundsterling melemah 0,028 persen ke US$ 1,5334.

Bank Indonesia memproyeksikan cadangan devisa Indonesia hingga akhir tahun ini melampaui US$ 80 miliar atau lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya, US$ 74,8 miliar.

Aliran modal asing yang terus masuk ke Indonesia telah mempengaruhi cadangan devisa. "Dengan kinerja transaksi berjalan dan modal serta finansial maka pada 2010 cadangan devia bisa di atas US$ 80 miliar," ujar Pelaksana Tugas Gubernur BI Darmin Nasution beberapa waktu lalu.

Darmin menambahkan, prospek perekonomian yang sedang membaik akan meningkatkan kinerja modal dan transaksi hingga mencapai surplus US$ 8,1 miliar. (KD)

hadi.suprapto@vivanews.com

TERKAIT
TERPOPULER