TUTUP
TUTUP
BISNIS

Presiden Tekankan Hak Paten Produk Kreatif

Mendaftarkan perlindungan hak paten merupakan upaya perlindungan karya.
Presiden Tekankan Hak Paten Produk Kreatif
Perajin anyaman bambu tekun mengerjakan karyanya (Subekti | Surabaya Post)

VIVAnews - Saat membuka pameran Inacraft 2010, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono benar-benar menekankan pentingnya menghargai hak karya orang lain dan hak paten. Untuk itu kepada segenap inovator yang mampu berkreasi segera mendaftarkan paten atas diciptaanya itu kepada lembaga terkait.
 
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan bahwa di tengah penciptaan produk inovasi yang kreatif dan baru, tidak kalah penting adalah mendaftarkan dan mempromosikan merek produk yang dihasilkan.
 
"Mendaftarkan perlindungan hak paten dan hak atas kekayaan intelektual (HaKI) itu juga sangat penting, sebagai jaminan dan perlindungan atas karya kita sendiri," kata Yudhoyono dalam video jarak jauh dari Bali, saat membuka Inacraft ke 12 di JCC, Jakarta, Rabu 21 April 2010.
 
SBY mengatakan, HaKI dan paten penting agar jangan sampai terjadi lagi produk yang sesungguhnya hasil karya dan kreativitas bangsa justru didaftarkan patennya oleh bangsa lain. "Mari kita tingkatkan pula sinergi antara ekonomi, teknologi, dunia usaha, serta perguruan tinggi secara terus menerus," ujar dia.
 
Dalam pertemuan di Tampak Siring, Bali, ini, Yudhoyono mengatakan telah terlihat makin terbangun sinergi pemikiran dan langkah- langkah strategis ke depan dari kalangan dunia usaha, akademisi, dan para ahli teknologi inovasi. Kesamaan itu terlihat dalam pembangunan ekonomi nasional dan menumbuhkan ekonomi kreatif.

Yudhoyono mengajak kalangan pelaku usaha kreatif di tanah air, untuk terus menghasilkan produk kreatif dan bermutu tinggi dengan harga yang lebih kompetitif. Dalam era globalisasi yang makin terbuka seperti sekarang ini, berbagai produk seni dan kerajinan dari negara lain akan menjadi saingan produk kerajinan nasional.
 
"Persaingan produk itulah yang harus kita jawab dengan kreativitas dan inovasi produk yang lebih maju," kata dia.
 
"Mari kita cermati perkembangan isu-isu perdagangan internasional, antara lain tuntutan terhadap produk yang ramah lingkungan dan produk yang peduli akan kesehatan."

Karena dengan menerapkan prinsip-prinsip seperti itu, pasar global dan dunia Internasional akan memberikan penghargaan yang tinggi pada produk yang tidak merusak sumber daya alam. (wm)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP