BISNIS

Putera Mahkota Djarum, Pewaris Taipan Kaya

Budi dan Bambang Hartono mulai mempersiapkan calon pewaris takhta kerajaan bisnisnya.
Senin, 26 April 2010
Oleh : Heri Susanto
armand Hartono, pewaris takhta Grup Djarum

VIVAnews - Ucapan selamat datang disampaikan oleh jajaran Direksi PT Bank Central Asia (BCA) Tbk kepada Armand Wahyudi Hartono pada April ini.

Ucapan selamat datang itu disampaikan Presiden Direktur BCA, Djohan Emir Setijoso seiring dengan paparan kinerja 2009 dalam laporan keuangan yang dipublikasikan April ini.

"Armand Hartono akan bertanggung jawab sebagai Direktur pengembangan operasi dan jaringan BCA," ujar Setijoso dalam laporan keuangan itu.

Pertumbuhan kinerja BCA pada 2009 sudah cukup bagus. BCA berhasil membukukan laba bersih Rp 6,8 triliun. Tingkat pengembalian atas aktiva (ROA) tercatat 3,4% dan pengembalian atas ekuitas (ROE) 31,8%. Rasio kredit terhadap dana pihak ketiga (LDR) 50,3%, sedangkan rasio modal (CAR) masih di posisi 15,3%.

"Pada 2010 ini, BCA akan menerapkan tiga strategi utama yakni pertumbuhan, kualitas dan efisiensi," ujarnya.  

Untuk menjalankan strategi utama itulah, Armand Hartono bakal berperang penting, setidaknya dalam mendorong pertumbuhan. Apalagi, BCA yang sebelumnya pernah berada posisi kedua sebagai bank dengan aset terbesar di tanah air, kini sudah disalip oleh BRI.

Armand adalah putra bungsu Budi Hartono, bos Grup Djarum yang sudah berusia 69 tahun. Duet bersaudara Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono (70) merupakan dua pemegang saham pengendali BCA.

Meski sebagai anak pemilik, Armand tergolong orang baru di jajaran manajemen BCA. Usianya masih relatif muda, baru kepala 3. Namun, sejak enam bulan lalu, tepatnya 14 September 2009, ia menempati posisi Direktur BCA.

Sebenarnya, Arman sudah berkecimpung di BCA sejak enam tahun lalu. Ia menjabat sebagai Kepala Perencanaan dan Pembinaan Wilayah BCA dari 2004 hingga 2009. Di sini, Armand dianggap berperan dalam menerapkan filosofi layanan, fokus pelanggan serta bagaimana mengelola karyawan.

Sebelum bergabung dengan BCA, sepanjang 1998 - 2004, ia pernah memangku sejumlah jabatan manajerial di Djarum, perusahaan rokok papan atas di Indonesia. Ia menempati sejumlah posisi, mulai dari Direktur Keuangan, Deputy Purchasing Director dan Kepala Sumber Daya Manusia.

Setelah lulus dari sekolah di luar negeri, ia sempat mengenyam pengalaman sebagai analis di Global Credit Research and Investment Banking, JP Morgan Singapura selama setahun, dari 1997 hingga 1998.

Armand memperoleh gelar sarjana dari Universitas California, San Diego pada 1996. Kemudian, meraih gelar Master of Science di bidang Engineering Economic-System and Operation Research dari Universitas Stanford, Amerika Serikat pada 1997.

Kini, Armand berkantor di Menara BCA yang berada di kawasan superblok mewah, Grand Indonesia. Di sini, selain ada perkantoran, juga mencakup apartemen, hotel dan pusat belanja kelas atas dengan kapasitas parkir ribuan kendaraan.

Selain memiliki BCA sebagai salah satu unit usaha Grup Djarum, Djarum bergerak di bisnis properti dan industri rokok. Dari bisnis rokok inilah yang menjadi cikal bakal, duet bersaudara Budi dan Bambang Hartono  berulang kali masuk jajaran orang kaya Forbes.

Menurut Forbes edisi Maret 2010, kedua bersaudara itu berada di urutan 258 jajaran 1000 orang kaya dunia. Posisi tersebut meningkat dibanding tahun sebelumnya di peringkat 430 dengan masing-masing kekayaan US$ 1,7 miliar sehingga totalnya US$ 3,4 miliar atau sekitar Rp 30 triliun.

Kini, setelah usianya sudah semakin tua, keduanya mulai mempersiapkan calon-calon pewaris takhta kerajaan bisnis Grup Djarum. Armand disebut-sebut sebagai kandidat yang dipersiapkan untuk mengendalikan bank yang sebelumnya dimiliki oleh Grup Salim tersebut.

Sedangkan, dua nama lainnya, yakni Victor Rachmat Hartono dan Martin B. Hartono disebut-sebut akan meneruskan bisnis lama Djarum, yakni usaha rokok. Victor dan Martin kebetulan menduduki jajaran direksi di perusahaan rokok asal Kudus tersebut.

TERKAIT