BISNIS

Putera Mahkota Djarum, Pewaris Taipan Kaya

Budi dan Bambang Hartono mulai mempersiapkan calon pewaris takhta kerajaan bisnisnya.

ddd
Senin, 26 April 2010, 10:43
armand Hartono, pewaris takhta Grup Djarum
armand Hartono, pewaris takhta Grup Djarum (klikbca.com)

VIVAnews - Ucapan selamat datang disampaikan oleh jajaran Direksi PT Bank Central Asia (BCA) Tbk kepada Armand Wahyudi Hartono pada April ini.

Ucapan selamat datang itu disampaikan Presiden Direktur BCA, Djohan Emir Setijoso seiring dengan paparan kinerja 2009 dalam laporan keuangan yang dipublikasikan April ini.

"Armand Hartono akan bertanggung jawab sebagai Direktur pengembangan operasi dan jaringan BCA," ujar Setijoso dalam laporan keuangan itu.

Pertumbuhan kinerja BCA pada 2009 sudah cukup bagus. BCA berhasil membukukan laba bersih Rp 6,8 triliun. Tingkat pengembalian atas aktiva (ROA) tercatat 3,4% dan pengembalian atas ekuitas (ROE) 31,8%. Rasio kredit terhadap dana pihak ketiga (LDR) 50,3%, sedangkan rasio modal (CAR) masih di posisi 15,3%.

"Pada 2010 ini, BCA akan menerapkan tiga strategi utama yakni pertumbuhan, kualitas dan efisiensi," ujarnya.  

Untuk menjalankan strategi utama itulah, Armand Hartono bakal berperang penting, setidaknya dalam mendorong pertumbuhan. Apalagi, BCA yang sebelumnya pernah berada posisi kedua sebagai bank dengan aset terbesar di tanah air, kini sudah disalip oleh BRI.

Armand adalah putra bungsu Budi Hartono, bos Grup Djarum yang sudah berusia 69 tahun. Duet bersaudara Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono (70) merupakan dua pemegang saham pengendali BCA.

Meski sebagai anak pemilik, Armand tergolong orang baru di jajaran manajemen BCA. Usianya masih relatif muda, baru kepala 3. Namun, sejak enam bulan lalu, tepatnya 14 September 2009, ia menempati posisi Direktur BCA.

Sebenarnya, Arman sudah berkecimpung di BCA sejak enam tahun lalu. Ia menjabat sebagai Kepala Perencanaan dan Pembinaan Wilayah BCA dari 2004 hingga 2009. Di sini, Armand dianggap berperan dalam menerapkan filosofi layanan, fokus pelanggan serta bagaimana mengelola karyawan.

Sebelum bergabung dengan BCA, sepanjang 1998 - 2004, ia pernah memangku sejumlah jabatan manajerial di Djarum, perusahaan rokok papan atas di Indonesia. Ia menempati sejumlah posisi, mulai dari Direktur Keuangan, Deputy Purchasing Director dan Kepala Sumber Daya Manusia.

Setelah lulus dari sekolah di luar negeri, ia sempat mengenyam pengalaman sebagai analis di Global Credit Research and Investment Banking, JP Morgan Singapura selama setahun, dari 1997 hingga 1998.

Armand memperoleh gelar sarjana dari Universitas California, San Diego pada 1996. Kemudian, meraih gelar Master of Science di bidang Engineering Economic-System and Operation Research dari Universitas Stanford, Amerika Serikat pada 1997.

Kini, Armand berkantor di Menara BCA yang berada di kawasan superblok mewah, Grand Indonesia. Di sini, selain ada perkantoran, juga mencakup apartemen, hotel dan pusat belanja kelas atas dengan kapasitas parkir ribuan kendaraan.

Selain memiliki BCA sebagai salah satu unit usaha Grup Djarum, Djarum bergerak di bisnis properti dan industri rokok. Dari bisnis rokok inilah yang menjadi cikal bakal, duet bersaudara Budi dan Bambang Hartono  berulang kali masuk jajaran orang kaya Forbes.

Menurut Forbes edisi Maret 2010, kedua bersaudara itu berada di urutan 258 jajaran 1000 orang kaya dunia. Posisi tersebut meningkat dibanding tahun sebelumnya di peringkat 430 dengan masing-masing kekayaan US$ 1,7 miliar sehingga totalnya US$ 3,4 miliar atau sekitar Rp 30 triliun.

Kini, setelah usianya sudah semakin tua, keduanya mulai mempersiapkan calon-calon pewaris takhta kerajaan bisnis Grup Djarum. Armand disebut-sebut sebagai kandidat yang dipersiapkan untuk mengendalikan bank yang sebelumnya dimiliki oleh Grup Salim tersebut.

Sedangkan, dua nama lainnya, yakni Victor Rachmat Hartono dan Martin B. Hartono disebut-sebut akan meneruskan bisnis lama Djarum, yakni usaha rokok. Victor dan Martin kebetulan menduduki jajaran direksi di perusahaan rokok asal Kudus tersebut.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
esca
31/01/2011
sukses bagi putera2 Indonesia! Semoga membawa berkah juga bagi bangsa Indonesia. Selamat juga bagi yang SIRIK! SIRIK tanda tak mampu! Salam bahagia semua.
Balas   • Laporkan
kampleng
13/12/2010
cuma jualan djarum aja bisa jadi orang terkaya ? wow , amazing , bagi" dong ilmu'a .
Balas   • Laporkan
jakasambung | 12/01/2011 | Laporkan
apa yg mau di sambung bingung deh. Djarum ujungnya tajam makanya apapun ketusuk. aduh sakit ketusuk djarum. very good djarum grup
adhit8
10/12/2010
katanya menganggu tapi kok masih banyak perokok ya? Sapa yg salah nih? Hmmmmm, ckckckckcck
Balas   • Laporkan
Putra Indonesia
03/12/2010
Pngennya menggantung duet Hartono tersebut, karena mereka bertanggungjawab terhadap kerusakan moral dan kesehatan masyrakat Indonesia akibat ROKOK. Menari-nari diatas penderitaan jutaan orang.
Balas   • Laporkan
Hendry
26/11/2010
saya sangat kagum dengan kerja keras dan keberhasilan keluarga Hartono,... tetapi sekarang sudah saat nya bertobat dan meninggalkan bisnis rokok yang sangat merugikan kesehatan manusia,... masih ada waktu untuk bertobat,... Gbu
Balas   • Laporkan
tommy
21/11/2010
tak jelas masa dpn kerja di pt.djarum
Balas   • Laporkan
Roby
21/11/2010
gua juga merasa bangga bekerja di PERKEBUNAN SAWIT HPI-AGRO KALBAR milik PT.DJARUM! brarti ngakk salah,klw gua bekerja di perusahaan terbesar di INDONESIA,sukses buat DJARUM.
Balas   • Laporkan
hanan
20/10/2010
sukses buat Group DJARUM,smoga semakin tambah besar....
Balas   • Laporkan
ayudi tambunan
11/10/2010
hidup djarum,, terus maju berprestasi... jgn dengarkan komentar orang yg sirik
Balas   • Laporkan
maz
05/10/2010
Kaya dari hasil meracuni orang
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com