BISNIS

PLN Naikkan Harga Beli Listrik di Palu

Harga listrik dari PLTU Tawaeli naik dari Rp 500 per kwh menjadi Rp 750 per kwh.

ddd
Selasa, 18 Mei 2010, 16:19
Pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Muara Karang, Jakarta
Pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Muara Karang, Jakarta (Antara/ Prasetyo Utomo)

VIVAnews - PT Perusahaan Listrik Negara memastikan akan menaikkan pembelian listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tawaeli, Donggala, Sulawesi Tengah. Harga listrik dari PLTU Tawaeli naik dari Rp 500 per kilowatt jam (kwh) menjadi Rp 750 per kwh.

"Kami mau naikkan, sekarang hanya Rp 500 per kwh," kata Direktur Utama PLN Dahlan Iskan usai rapat dengar pendapat dengan Komisi Energi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), di Gedung DPR, Jakarta, Selasa 18 Mei 2010.

Menurut Dahlan, selama ini nilai pembelian listrik dari PLTU yang berkapasitas 2x15 megawatt itu dianggap terlalu rendah. Akibatnya, pembangkit listrik milik swasta itu tidak mampu membeli batu bara yang menjadi bahan baku generator.

"Setelah Peraturan Menteri dicabut, kini mekanisme antarbisnis. Jadi kami hanya akan mengamandemen kontrak," kata dia.

Sebelumnya, Dahlan Iskan terisak ketika menjelaskan kondisi kelistrikan Palu, Sulawesi Tengah, dan Lombok, Nusa Tenggara Barat kepada DPR. Dahlan mengaku sedih karena sampai 2010 masih ada ibu kota provinsi yang mengalami krisis listrik.

Dia juga mengaku siap dipenjara karena mengubah kontrak pembelian listrik dari pembangkit di sekitar Palu itu. "Tim kami belum bisa menyelesaikan, padahal waktunya mepet. Kalau bisa sedikit berani, (krisis listrik) itu bisa selesai," ujarnya. (art)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com