BISNIS

Raja Judi Asia dari Genting Highlands

Dari Genting Highlands, bisnis kasino berkembang ke Inggris, Macau, Phillipina, Singapura.
Kamis, 3 Juni 2010 | 08:06 WIB
Oleh : Heri Susanto
Raja Judi Asia dari Genting Highlands
Lim Kok Thay, Raja Judi Malaysia (news.xinhua.net)

VIVAnews - Genting Highlands, nama ini sudah dikenal luas di mancanegara. Apalagi, bagi penggemar taruhan, mereka berduyun-duyun datang ke sini, berwisata di resort sekaligus mengadu nasib. 

Beberapa hari lalu, akhir Mei 2010, majalah Forbes menempatkan keluarga dibalik bisnis kasino ini dalam jajaran 40 orang kaya Malaysia. Lim Kok Thay, pemimpin Genting Group ditempatkan sebagai salah satu taipan terkaya. Total hartanya US$ 360 juta atau Rp 3,3 triliun.

Sedangkan, ibunya, Lee Kim Hua, 81 tahun, malah masuk peringkat keempat orang kaya Malaysia. Janda dari Lim Goh Tong yang memiliki enam anak ini memiliki harta 10 kali lipat dari anaknya. Dari lumbung judi, ia dan almarhum suaminya sukses menumpuk kekayaan hingga US$ 4 miliar atau Rp 37 triliun.

Lim Goh Tong, pendiri Genting Group meninggal pada 23 Oktober 2007. Saat masih hidup, dia sangat populer di Malaysia. Dia dianggap sukses menyulap perbukitan "Genting Highlands" yang semula bukan apa-apa menjadi salah satu resort wisata dan pusat kasino paling sukses di dunia. Di sini, banyak tukang judi dari berbagai negara mempertaruhkan duitnya. 

Kini, bisnis Lim Goh Tong diteruskan oleh anaknya Lim Kok Thay yang sudah terlibat sejak 1976, saat masih berusia 24 tahun. Kok Thay menyelesaikan pendidikan sarjana Teknik Sipil dari University of London serta mengikuti program manajemen dari Harvard University pada 1979.

Di bawah kendali Kok Thay, bisnis Genting Group semakin berkembang keluar Malaysia. Sayap bisnis kasinonya sudah melebar ke Inggris, Macau, Phillipina dan sekarang Singapura. 

Beberapa tahun lalu, Lim menjadi pemegang saham Star Cruises Ltd, perusahaan yang terdaftar di bursa Hong Kong. Star Cruises mengakuisisi Macau Land Investment Corporation yang disebut-sebut juga mengembangkan bisnis kasino.

Bahkan, pada 2008, di Phillipina, Star Cruises mengambil alih saham Travellers International Hotel Group, juga akan mengembangkan kawasan hotel dan kasino di Philipina. 

Tahun ini, dia membuka resort lengkap di Pulau Sentosa di Singapura. Di sana ada empat hotel, universal studio dan kasino. Ia menggelontorkan investasi sekitar US$ 5 miliar

Sejak 17 Oktober 1998 hingga saat ini, Lim menduduki berbagai posisi penting di grup bisnis. Mulai dari jabatan Kepala Eksekutif Resort World Berhad, CEO Genting Berhard, CEO Asiatic Development Berhard, Kepala Eksekutif Genting Singapore Plc, serta Kepala Eksekutif Genting UK Plc.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
TERPOPULER