TUTUP
TUTUP
BISNIS

Pendaftaran Hak Paten UKM Masih Rendah

Saat ini, UKM yang sudah mendaftarkan hak patennya mencapai 63 ribu.
Pendaftaran Hak Paten UKM Masih Rendah
Kerajinan sulam pita (kreasiku.indonetwork)

VIVAnews - Pemerintah menargetkan peningkatan pendaftaran hak paten dari usaha kecil dan menengah (UKM) sebesar 15 persen pada 2015. Saat ini, UKM yang sudah mendaftarkan hak patennya sebagai hak atas kekayaan intelektual (HAKI) mencapai 63 ribu.

"Dari 63 ribu yang sudah mendaftar saat ini paling tertinggi dari Jepang," kata Dirjen Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Kementerian Hukum dan HAM, Andy Noorsaman Sommeng, usai seminar Pekan Produk Kreatif di Jakarta Convention Centre (JCC), Kamis 24 Juni 2010.

Sementara itu, menurut dia, dari dalam negeri sejak penerapan perdagangan bebas ASEAN dan China (ACFTA), baru lima persen UKM yang mendaftar. "Dengan demikian, diharapkan target 15 persen tersebut bisa dicapai," tuturnya.

Dalam kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN) Kementerian Perdagangan dengan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (Dirjen HKI) Kementerian Hukum dan HAM.

Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan oleh Kepala BPEN, Hesti Indah Kresnarini, dan Direktur Jenderal HKI, Andy Noorsaman Sommeng.

Penandatanganan kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan koordinasi dan kerja sama yang sinergis dan produktif antara Kementerian Perdagangan dan Kementerian Hukum dan HAM serta meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan pemanfaatan sistem HKI di kalangan pelaku UKM.

Terkait dengan itu, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu menuturkan, dengan ditandatanganinya MoU dengan Ditjen HKI, pihaknya optimistis Indonesia dapat keluar dari Priority Watch List.

"Harus optimis, karena kita komitmen dan bekerja keras untuk melakukan pendekatan-pendekatan kepada semua pihak agar bisa keluar dari daftar ini," kata dia.

Sementara itu, Andy menjelaskan, kendala bagi industri kreatif untuk mendaftarkan HAKI adalah kurangnya sosialisasi, sehingga diharapkan ke depan upaya tersebut lebih gencar dilakukan.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP