BISNIS

Bank Eksekutif Ubah Nama Jadi Pundi Indonesia

Perubahan nama ini menyusul fokus bisnis perseroan yang membidik sektor mikro.
Rabu, 30 Juni 2010
Oleh : Hadi Suprapto, Purborini
Bank Eksekutif

VIVAnews - Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Bank Eksekutif Internasional Tbk memutuskan mengubah nama Bank Eksekutif menjadi Bank Pundi Indonesia.

Direktur Utama Bank Eksekutif Gandhi Ganda Putra mengatakan perubahan nama ini menyusul fokus bisnis perseroan berubah ke sektor mikro. "Pangsa pasar ini besar dan belum banyak bank yang membiayai," kata dia dalam paparan publik di Jakarta, Rabu malam, 30 Juni 2010.

Bank Eksekutif kini tengah menunggu persetujuan dari Kementrian Hukum dan HAM mengenai perubahan tersebut. "Masih menunggu sekitar dua sampai tiga minggu lagi jadi mungkin Agustus baru akan kita launch," ujar Gandhi.

Selain itu, perubahan nama juga menyusul Recapital yang resmi menguasai saham 61,71 persen atas Bank Eksekutif. Meskipun, kepemilikan ini berubah dari rencana sebelumnya sebesar 85,71 persen.

Gandhi mengatakan bahwa dirinya tidak dapat menjelaskan perubahan tersebut. "Ini kewenangan Recapital, kami tidak mengetahui alasannya," kata dia.

Adapun sisanya, sebesar 24 persen dimiliki oleh perusahaan investasi berkedudukan di Belanda, IF Services Netherlands BV.  Menurut Gandhi, perusahaan tersebut dimiliki 100 persen oleh IFS Luxemburg.

Gandhi menambahkan kedua perusahaan tersebut bertindak sebagai pembeli siaga penerbitan dana right issue senilai Rp512 miliar.

Seperti diberitakan, Recapital berencana menjadi pemegang saham mayoritas Bank Eksekutif. Recapital Securities akan menjadi  pembeli siaga dengan nilai rights issue sebesar Rp512 miliar. Recapital sendiri mempersiapkan dana untuk Bank  Eksekutif sebesar Rp1,5 triliun dalam jangka waktu tiga tahun.

Hal ini diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Bank Eksekutif yang berlangsung malam ini. Rapat menunjuk  Jend (Purn) Endriartono Sutarto sebagai Presiden Komisaris. "Bank Indonesia telah mengeluarkan persetujuan fit and proper testnya," kata Gandhi.

Mengenai target hingga akhir tahun, Gandhi tidak dapat menyebutkan. "Kita terlambat satu bulan jadi rencana bisnis bank kita perlu direvisi dan harus disampaikan ke BI jadi belum bisa disampaikan," kata dia. Revisi tersebut antara lain merubah pembukaan unit menjadi 80 unit dari rencana semula 100 unit.

Selain itu dana tersebut akan meningkatkan Capital Adequacy Ratio menjadi 39 persen. Sampai Maret 2010, perseroan mencatat laba bersih sebesar Rp 1,5 miliar dan posisi kas sebesar Rp 245 miliar.

Gandhi mengatakan dana hasil right issue tersebut tidak dapat mencukupi untuk rencana 3 tahun mencapai kapitalisasi pasar senilai Rp20 Triliun. "Kita akan memikirkan hal penamabahan dana mungkin semester pertama tahun 2011," kata dia.

Ia menyebutkan pihaknya memiliki pilihan instrumen dana yang memadai. "Entah kita akan right issue lagi, subdebt atau obligasi, itu adalah pilihan yang memungkinkan," kata Gandhi. (umi)

TERKAIT
TERPOPULER