BISNIS

Kriteria Orang Miskin Indonesia Versi BPS

Kategori miskin adalah mereka dengan tingkat pengeluaran Rp211.726 per kapita per bulan.

ddd
Kamis, 1 Juli 2010, 14:00
foto ilustrasi kemiskinan
foto ilustrasi kemiskinan  

VIVAnews - Per Maret 2010, Badan Pusat Statistik (BPS) telah mengumumkan bahwa orang miskin di Indonesia mencapai 31,02 juta. Apa kriteria orang masuk kategori miskin?
 
Kepala Badan Pusat Statistik Rusman Heriawan mengatakan bahwa kategori miskin adalah mereka dengan tingkat pengeluaran per kapita per bulan sebesar Rp211.726 atau sekitar Rp7000 per hari. Jumlah ini meningkat dibandingkan kategori miskin tahun 2009 per Maret yang tercatat sebesar Rp200.262 per hari.
 
Rusman mengatakan BPS mencatat orang miskin dari pengeluaran karena pada dasarnya perhitungan dilakukan untuk mengetahui bagaimana pemenuhan terhadap kebutuhan dasar.
 
"Metode kami, kemiskinan diukur dengan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar, kenapa? karena kalau tidak memenuhi misal nasi, maka dia akan mati," ujar Rusman di Kantor BPS, Kamis 1 Juli 2010.
 
Pengeluaran, menurut Rusman, dihitung karena BPS tidak mungkin mengukur kemiskinan didasarkan atas pendapatan. "Kalau kami mengukur pendapatan, itu tidak pernah berhasil. Alasannya karena selalu lupa, yang uang transportlah dan macem-macem," kata Rusman.
 
Berbeda dengan cara mengukur didasarkan pengeluaran kebutuhan dasar.
 
Kemiskinan ini diukur yakni dengan mengetahui ketidakmampuan bersangkutan dari sisi ekonomi. Sehingga bisa saja orang miskin itu mendapat bantuan seperti jaminan kesehatan berupa jamkesmas, bantuan subsidi beras murah, bantuan operasional sekolah dan lain-lain.
 
Menurut Rusman bahwa metode ini dipakai sejak tahun 1998 dan dihitung secara konsisten sampai tahun ini. Perhitungan tidak berubah dan selalu mengacu pada prinsip-prinsip dasar yang sama.
 
"Miskin itu apabila penduduk itu memiliki kempuan pengeluaran dibawah garis kemiskinan," katanya.
 
Tahun ini, kata Rusman, peranan komoditi menjadi faktor utama mempengaruhi kemiskinan jauh lebih tinggi, yakni sampai 73 persen, dibanding produk kebutuhan bukan makanan. "Orang miskin yang penting makan," kata dia. Sementara pengeluaran untuk sandang, perumahan, pendidikan dan kesehatan, masih di bawah 30 persen.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
aji.usmanto
27/12/2010
Di Saudi Arabia, kriteria orang fakir miskin adalah orang yang tidak bisa beli mobil, penghasilan dibawah 3juta perbulan, meski gaji hampir 3juta tetep dapetin hak zakat...
Balas   • Laporkan
ACHMAD FAISHOL
14/11/2010
Bank Dunia mendefinisikan Kemiskinan absolut sebagai hidup dg pendapatan dibawah USD $1/hari dan Kemiskinan menengah untuk pendapatan dibawah $2 per hari
Balas   • Laporkan
Saldi hermanto
26/08/2010
Di timika aja pengangguran bs makan enak, tidur enak, dan ngisap rokok gk kesulitan spt kota lain. Malahan belinya rokoknya per bungkus coy bkn'nya eceran. Karna... masyarakat timika gak ada yg pelit...!!! Yg bikin kemiskinan adalah orang pelit...!!!
Balas   • Laporkan
bambang poerwantono
01/07/2010
setuju komentar mas wahyudi, tapi dpt saya tambahkan bhw yg mengukur nya jangan BPS, tapi M.U.I.......krn sampai saat ini fihak MUI ataupun DGI dll, belum pernah mengukur tingkat kegagalah moral dan ahlak dan iman seseorang, bahkan programnya aja gak jela
Balas   • Laporkan
Wahyudi
01/07/2010
Miskin iman masuk katergori tidak? Karena menurut saya, walaupun kemampuan pengeluarannya jauh dibawah Rp211.726 per bulan. Seseorang bisa merasa kaya jika memiliki iman yang kuat kepada Allah.
Balas   • Laporkan
rabianto
01/07/2010
wah... kalau pengeluarannya 212.000 per bulan sudah nggak termasuk miskin dong. Ruar biasa!!!!
Balas   • Laporkan
rabianto
01/07/2010
wah... kalau penghasilannya 212.000 per bulan sudah nggak termasuk miskin dong. Ruar biasa!!!!
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com