BISNIS

Harga Cabe Melonjak, Petani Malah Merugi

Pasalnya, melonjaknya harga cabai merah hasilnya tidak dinikmati para petani cabe.
Senin, 19 Juli 2010
Oleh : Antique, Agus Dwi Darmawan

VIVAnews - Naiknya harga cabe belakangan ini membuat konsumen cabe merana, nampaknya juga membuat petani cabe sakit hati. Pasalnya, melonjaknya harga cabai merah hasilnya tidak dinikmati para petani cabe.
 
"Petani rugi karena barangnya tidak ada dan rusak karena musim hujan," ujar Ketua Umum Assosiasi Agribisnis Cabai Indonesia Dadi Sudiana usai konferensi pers di Kementerian Perdagangan, Senin 19 Juli 2010.
 
Dedi memberi contoh, harga di tingkat petani yang normalnya Rp8-10 ribu per kilogram, pada saat harga melonjak kemarin hanya mencapai Rp25 ribu per kilogram. Padahal, di lapangan kenaikan harganya total mencapai Rp40 ribu. Kerugian juga dialami karena jumlah produksi tidak sesuai harapan.
 
"Karena hujan panennya turun hingga omzetnya juga turun dan stoknya berkurang. Jadi, petani tidak ada untung," katanya.
 
Namun demikian, Menteri Perdagangan (Mendag) Mari Elka Pangestu mengatakan harga per minggu ini dibanding minggu lalu untuk cabe sudah turun antara Rp1.000-5.000.
 
"Pasokan cabe sekarang, sudah ada peningkatan produksi kembali sehingga kecendrungan harga turun," kata Mendag. Penurunan ini misalnya terjadi di pasar Induk Keramat Jati. (hs)

TERKAIT
TERPOPULER