BISNIS

BI: Sukses Redenominasi, RI Bisa Tiru Turki

Turki berhasil karena melakukan sosialisasi yang baik ke masyarakat.

ddd
Jum'at, 6 Agustus 2010, 14:32
Logo Bank Indonesia
Logo Bank Indonesia (VivaNews/ Nur Farida)

VIVAnews - Direktorat Riset dan Kebijakan Moneter Bank Indonesia (BI) telah melakukan kajian redenominasi atau penyederhanaan penyebutan mata uang rupiah selama dua tahun.

"Secara ekonomi jangka panjang, redenominasi rupiah akan berdampak efisiensi dalam sistem pembayaran," kata peneliti Direktorat Riset dan Kebijakan Moneter BI, Yudha Agung, dalam workshop wartawan bertema Korelasi Stabilitas Moneter dan Sistem Keuangan di Bandung, Jumat 6 Agustus 2010.

Redenominasi adalah penyederhanaan penyebutan satuan harga maupun nilai mata uang. Maksudnya, pecahan mata uang disederhanakan tanpa mengurangi nilai dari uang tersebut. Nilai mata uang tetap sama meski angka nolnya berkurang. Misalnya, Rp1.000 menjadi Rp1, sedangkan Rp1 juta menjadi Rp1.000.

Yudha menegaskan, redenominasi hanya mengubah nominal mata uang dan tidak terhadap nilai uang tersebut. Secara fundamental, redenominasi rupiah tidak mempengaruhi ekonomi Indonesia.

BI, menurut Yudha, telah melakukan kajian selama dua tahun dengan berbagai metode seperti survei dan studi banding. Hasilnya, BI harus menekankan kepada pentingnya pemahaman publik dalam masa transisi dari uang lama ke uang baru.

Menurut Yudha, Indonesia dapat belajar dari negara Turki yang telah berhasil melakukan redenominasi. Turki berhasil karena melakukan sosialisasi yang baik ke masyarakat.

Yudha yakin, jika sosialisasi berlangsung baik, proses redenominasi rupiah akan berlangsung selama 3-5 tahun ke depan.

"Berlakukan mata uang lama dan baru secara bersamaan disertai dengan sosialisasi, maka dalam 3 hingga 5 tahun ke depan berlangsung mulus," ujarnya. (art)

Laporan: Iwan Kurniawan | Bandung



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
adhie_japannez
24/01/2011
redeniminasi sudah perlu dilakukan di indonesia,,, dimana nilai Rp100 rupiah sudah tidak dipergunakan lagi.... dimana harga barang sekarang minimal Rp500 so kita bisa jdkan 50 sen...
Balas   • Laporkan
okky
27/11/2010
maaf ya mas, lha ntar kalo saya mau beli rokok.. sebatangnya rp 900, jd bayarnya gman tuh??
Balas   • Laporkan
adhie_japannez | 24/01/2011 | Laporkan
bayarnya 90 sen.....
pedagang
09/08/2010
jangan sebut yang berhasil aja, ada nggak yang gagal? siapa yang ngawasin di lapangan kalo 1000 jadi 1, label harga ngikutin juga? paling saling tunjuk trus nggak ada yang tanggung jawab. biasa khan di negara ini?
Balas   • Laporkan
herman
08/08/2010
perekonomian turki memang buruk, sehingga perlu lakukan redenominasi, yang kecenderunganya sanering, artinya adanya perubahan nilai (value) mata uang. Indonesia memiliki perekonomian yang dominan lebih baik, maka redenominasi tidak merubah value rupiah
Balas   • Laporkan
setyoro
08/08/2010
latar belakang turki redenominasi karena sebelumnya inflasi yang gila2an. Kita belum mengalami inflasi yang sebesar turki shg tidak sepantasnya menyamarakatan indonesia dg turki....
Balas   • Laporkan
danil
06/08/2010
semoga benar analisisnya...
Balas   • Laporkan
Dody
06/08/2010
Kalo Rp. 1.000.000,- disebut jadi Rp. 1.000,- itu sih udah biasa di kalangan kicau mania pas melakukan transaksi jual beli kicauan hahahahhaha.....
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id