TUTUP
TUTUP
BISNIS

Pengrajin Minta Bunga Kredit Rakyat 8%

Pengrajin menilai KUR yang diberikan pemerintah masih memiliki bunga tinggi, yaitu 16-18%.
Pengrajin Minta Bunga Kredit Rakyat 8%
Perajin anyaman bambu tekun mengerjakan karyanya (Subekti | Surabaya Post)

VIVAnews - Pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) yang bergerak di bidang kerajinan saat ini terkendala oleh modal kredit. Pengrajin menilai Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang diberikan pemerintah masih memiliki bunga tinggi, yaitu 16 - 18 persen.

Ketua Himpunan Kerajinan Indonesia (HIMPI) Siti Suprapti menjelaskan, kendala utama perajin saat ini adalah belum adanya skema khusus kerajinan. Bunga KUR saat ini dinilai masih tinggi karena perputaran modal pengrajin membutuhkan waktu lama.

"Pengrajin itu membuat satu kerajinan bisa mencapai tiga  bulan, untuk menjualnya saja bisa sampai satu tahun. Dibandingkan dengan perputaran UKM lain, UKM kerajinan termasuk lambat," kata Siti kepada wartawan usai pembukaan HIMPI Expo 2010 di Jakarta, Rabu, 18 Agustus 2010.

Menurut Siti, IKM saat ini meminta pemerintah untuk membuat skema khusus untuk IKM yang tidak memberatkan pengrajin. Saat ini pengrajin juga susah meminjam modal dari Bank karena Bank meminta jaminan. Ia meminta kepada pemerintah untuk memberikan skema khusus pinjaman dengan bunga 6 - 8 persen. "Kami minta bunga single digit," ujarnya.

Direktur Jendral Industri Kecil Menengah Kementerian Perindustrian Fauzi Aziz mengakui menerima keluhan dari berbagai pelaku UKM terkait tingginya bunga kredit. Kementerian Industri akan menyiapkan sistem gabungan moneter dan fiskal untuk menjadikan KUR sebagai paket stimulus.

"Kredit program tidak sepenuhnya menggunakan dana bank pihak ketiga, namun menggunakan APBN yang disalurkan melalui Bank dengan bunga maksimum BI Rate plus 2 persen," katanya. Kompensasi ini juga sebagai insentif atas kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) beberapa waktu lalu.

Laporan: Iwan Kurniawan

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP