BISNIS

BRI "Merayu" Pemegang Saham Bukopin

BRI hanya menginginkan posisi pemegang saham mayoritas, yaitu memiliki saham 51 persen.

ddd
Kamis, 16 September 2010, 16:52
Bank Rakyat Indonesia (BRI)
Bank Rakyat Indonesia (BRI) (www.skyscrapercity.com)

VIVAnews - Rebutan saham PT Bank Bukopin Tbk oleh dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) semakin sengit. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk membujuk pemegang saham Bukopin agar bersedia menjual sahamnya ke BRI. Jaminannya, akuisisi yang akan dilakukannya bertujuan jangka panjang.

"Kami punya komitmen untuk mengembangkan dan memajukan Bukopin," kata Direktur Utama BRI Sofyan Basyir di kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis, 16 September 2010.

Menurut Sofyan, BRI hanya menginginkan posisi pemegang saham mayoritas, yaitu memiliki saham 51 persen jika mengakuisisi Bukopin. Jaminannya bahwa investasi bersifat jangka panjang dan akan mengembangkan Bukopin lebih baik.

Peluang untuk menjadi pemegang saham mayoritas diakuinya masih terbuka. Caranya, pemegang saham Bukopin memilih opsi penjualan saham kepada investor strategis, yakni BRI.

"Bisa saja mereka menghitung kalau 30 persen rights issue sekarang dan nanti keluarkan lagi rights issue, saham mereka akan terdilusi lagi. Jadi mending membeli langsung kan," kata Sofyan. "Itu biar diterjemahkan pemegang saham, masa aku harus ajarin."

Seperti diketahui, Bukopin berencana menerbitkan kembali saham pada 2010. PT Jamsostek menyatakan telah bersedia menjadi standby buyer untuk penerbitan saham baru tersebut. Sebelumnya, perusahaan sudah melaksanakan rights issue sebanyak 286.050.768 lembar saham atau setara 4,76 persen.

Sofyan mengakui pihaknya sudah melakukan penjajakan serta presentasi rencana pengembangan Bukopin jika menjadi pemegang saham bank tersebut.

"Sekarang mereka sedang memilih mana yang bicara jangka panjang dan mana yang bicara jangka pendek," katanya.

BRI mengaku pihaknya siap menyinergikan PT Bank Agroniaga dan kemungkinan Bukopin menjadi satu perusahaan. Hal itu menanggapi ketentuan Bank Indonesia soal Single Present Policy.

"Begitu ada lampu hijau dari owner, kami langsung masuk. Kalau tahun ini mepet, tapi masih aman kok karena CAR Bukopin juga masih 13,7 persen," katanya.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
yogi
22/09/2010
smoga terealisasi cepat, tidak bertele2 dan tdk ada kepentingan politis... smoga jg sinergi ini bisa lebih mmperkuat base qt sbgai Bank milik bangsa yg exsist dan bersaing dgn bank topeng asing di negeri Indonesia.
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com