BISNIS

Enam Kabupaten Super Kaya di Indonesia

Kota Bontang membukukan PDB per kapita tertinggi. Siapa lagi yang lain?

ddd
Kamis, 23 September 2010, 05:15
 
  (VIVAnew/Ist)

VIVAnews - Beroperasinya perusahaan skala besar di suatu wilayah berkontribusi besar terhadap pendapatan asli daerah itu. Tak terkecuali bagi sejumlah wilayah kabupaten/kota di beberapa daerah di Indonesia.

Enam kabupaten/kota di Indonesia tercatat memiliki pendapatan per kapita tertinggi. Pendapatan per kapita itu merefleksikan produk domestik bruto (PDB) per kapita masing-masing kabupaten/kota tersebut.

Enam kabupaten/kota dengan pendapatan per kapita terbesar itu rata-rata mencatat PDB per kapita di atas Rp100 juta. Kabupaten itu sebagian merupakan wilayah yang memiliki tambang, seperti emas, tembaga, batu bara, minyak dan gas. Namun, sebagian lagi menjadi pusat jasa, juga industri rokok yang menjadi urat nadi perekonomian wilayah tersebut.

PDB adalah nilai semua barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara/daerah pada periode tertentu. PDB merupakan salah satu metode untuk menghitung pendapatan nasional/daerah.

Berdasarkan data yang dihimpun VIVAnews dari Badan Pusat Statistik (BPS) edisi Agustus 2010, Kota Bontang di Kalimantan Timur pada 2009 membukukan PDB per kapita tertinggi.

1. Kota Bontang, Kaltim

Tambang batu bara PDB per kapita Kota Bontang tercatat sebesar Rp368,05 juta. Bontang yang terletak sekitar 120 kilometer dari Samarinda itu berbatasan langsung dengan Kabupaten Kutai Timur di utara dan barat, Kabupaten Kutai Kartanegara di selatan, dan Selat Makassar di timur. Kaltim merupakan propinsi yang memberikan gaji atau upah tertinggi kedua secara nasional kepada karyawan atau buruh, yakni Rp2,15 juta per bulan.

Sejumlah perusahaan besar beroperasi di kota ini, di antaranya Badak NGL (gas alam), Pupuk Kalimantan Timur (pupuk dan amoniak), dan Indominco Mandiri (batu bara). Bontang juga memiliki kawasan industri petrokimia dan merupakan kota yang berorientasi di bidang industri, jasa serta perdagangan.

2. Kabupaten Mimika, Papua

Kabupaten Mimika di Papua selama 2009 membukukan PDB per kapita Rp295,05 juta. Di Kabupaten Mimika yang beribukota Timika itu beroperasi salah satu tambang emas terbesar dunia, PT Freeport Indonesia. Gaji atau upah rata-rata yang diterima pegawai atau buruh di Papua juga tertinggi di Indonesia, yakni Rp2,16 juta per bulan.
Kegiatan penambangan di lapangan tambang emas milik Freeport, di Papua.
Berdasarkan data Hasil Audit Badan Pemeriksa Keuangan terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Pusat 2009, Kabupaten Mimika mencatat dana bagi hasil Rp424,33 miliar. Namun, perolehan dana bagi hasil itu masih lebih rendah dibanding Bontang yang mencapai Rp476,83 miliar.

3. Jakarta Pusat, DKI Jakarta

PDB per kapita tertinggi ketiga adalah Jakarta Pusat yang mencapai Rp224,41 juta. Sebagai daerah pusat ibukota pemerintahan, Jakarta Pusat diuntungkan dengan berkembangnya transaksi bisnis dan jasa. Upah atau gaji rata-rata yang diterima pegawai, pekerja atau buruh di Jakarta, tergolong tinggi, yakni Rp1,92 juta per bulan. Macet Jakarta

4. Kota Kediri, Jawa Timur

Suharti (57) menunjukkan produk rokok Gudang Garam di Pasar Pahing, Kediri. Sementara itu, Kota Kediri di Jawa Timur mencatatkan PDB per kapita Rp202,33 juta, atau menempati urutan keempat terbesar. Di kota kretek itu beroperasi pabrik rokok besar, PT Gudang Garam Tbk yang tahun lalu mencatatkan pendapatan Rp32,97 triliun.

5. Kabupaten Siak, Riau

kilang minyak offshore Di urutan berikutnya, Kabupaten Siak di Riau membukukan PDB per kapita Rp156,35 juta. Tidak ada perusahaan yang menonjol di daerah tersebut, meski potensi unggulan daerah ini adalah sektor pertambangan minyak bumi.

Kabupaten Siak juga memiliki potensi strategis mengingat daerahnya berada di wilayah segi tiga pertumbuhan ekonomi "Sijori" Singapura-Johor-Riau dan IMG-GT (Indonesia Malaysia Thailand Growth Triangle).

Dengan jarak hanya 150 kilometer dari Singapura, Siak diuntungkan sebagai persinggahan alternatif bagi kapal pedagang di Selat Malaka dan bahkan berpotensi besar menjadi relokasi industri dan layanan perdagangan internasional.

Namun, untuk dana bagi hasil, Siak menempati peringkat keempat terbesar atau mencapai Rp993,2 miliar. Penerimaan dana bagi hasil Kabupaten Siak ini hanya kalah dari Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur sebesar Rp2,56 triliun, Bengkalis (Riau) Rp1,51 triliun, dan Kutai Timur (Kaltim) Rp1,05 triliun.

6. Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat

Konsentrator Batu Hijau, Sumbawa, milik PT Newmont Nusa Tenggara Kabupaten lainnya yang mampu membukukan PDB di atas Rp100 juta adalah Kabupaten Sumbawa Barat di Nusa Tenggara Barat (NTB). PDB per kapita kabupaten yang di daerahnya beroperasi perusahaan tambang besar, PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) itu mencapai Rp128,26 juta. (hs)

 

 

BACA JUGA

Bechkam: Dari Jebol Gawang Hingga Dunia Malam

Puteri Indonesia Marah Ibunda Sebut Nama RB

Lippo: Kami Beruntung Tinggal di Indonesia

Benarkah Vokalis Zivilia Diperas Sang Istri?

Bikini Ini Senilai Rp270 miliar

 

 



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
Ary Bagus
12/10/2011
ia bener kata orang2 yang berkomentar diatas saya. sayya lahir di bontang dan tgl di bontang. tapi jujur saja walapun btg kota kya menurut pdb perkapita. tapi apa yang didapat masyarakat kota bontang.. ?? mungkin yang menikmati hanya sebagian orang2 saja
Balas   • Laporkan
budimbit
04/11/2010
ingin menghasilkan duit dengan membuat website gratis......kunjungi : http://www.rahasiawebsitepemula.com/?id=budimbit
Balas   • Laporkan
Yaya Rusyana
08/10/2010
PAD yang tinggi dari suatu kabupaten/kota sayangnya tidak tergambar di kehidupan rakyatnya, kenapa di kabupaten / kota tersebut masih banyak penduduk miskinnya ...... dan kemana PAD-nya itu mengali ????
Balas   • Laporkan
m.putra
08/10/2010
indonesia slma ini hanya mmbanggakan kekayaan alam ny saja,nmun tdk pernh mmperhatikan nasib rakyatny,ap guna itu smua klau bkan untk kmakmuran rakyat,yg terjdi mlah untuk kmakmuran org2 tertentu,dn untk para investor asing...
Balas   • Laporkan
haris
26/09/2010
wahai penduduk yg tinggal di 6 besar, gmana.... makmur kah kalian?hehehe....
Balas   • Laporkan
tuahmangasih
24/09/2010
Apa benar ... dan apa di daerah2 yg kaya itu masyarakat pada umumnya dapat menikmati kekayaannya juga ... ? Atau hanya segelintir orang .... ?
Balas   • Laporkan
Dwi Kurniawan
23/09/2010
saya mau bilang apalagi ya? mungkin kita sudah cukup bangga, tetapi masih ada sebagian besar saham ASING di perusahaan besar tersebut. Kalau PDB tertinggi, nah Propinsinya perkmbangan gak begitu keliatan. Stadion Palaran aja belum lunas.
Balas   • Laporkan
Pandy
23/09/2010
Ya, Alhamdulillah Mudah2an Lombok Utara menyusul. Kalo sudah bagus PDBnya, ya tinggal mengalirkan kerakyatnya dong. Buktikan janji-janji kampanyenya. DPRD jangan duduk manis awasi tuh, mungkin sebenarnya lebih dari itu.
Balas   • Laporkan
wong tegal
23/09/2010
kab tegal lan brebes nomer pira...?
Balas   • Laporkan
Djasinur Sirait
23/09/2010
Benar pak Dedi.Data statistik bisa menyesatkan pihak yg tdk paham teorinya.Sekitar 31jt bangsa Indonesia hidup miskin. Pendapatan per kapita adalah nilai barang/jasa, hasil suatu daerah, dibagi jmlh penduduknya. Dlm dunia nyata, simiskin tdk mendpt kuenya
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com