TUTUP
TUTUP
BISNIS

80% Industri Kerajinan Yogya Lumpuh

Pengrajin memilih mengungsi dan tak bekerja selama Gunung Merapi masih beraktivitas.
80% Industri Kerajinan Yogya Lumpuh
Erupsi terbesar Gunung Merapi tahun 2010 (ANTARA/Anis Efizudin)

VIVAnews - Gunung Merapi yang masih menunjukkan aktivitasnya sejak meletus hebat pekan lalu membuat sejumlah industri kerajinan di Yogyakarta dan daerah sekitarnya lumpuh.

"Bagaimana tidak lumpuh, para wisatawan tidak ada yang berani datang ke sana dan tentunya siapa yang akan membeli atau memesan produk kerajinan asal kota tersebut," kata Ketua Umum Asosiasi Industri Permebelan & Kerajinan Indonesia (ASMINDO), Ambar Tjahyono kepada VIVAnews di Jakarta, Senin 8 November 2010.

Selain itu, dia menambahkan, meskipun ada pesanan dari para pembeli di luar kota Yogya, para pengrajin tidak bisa memenuhi pesanan tersebut karena mereka memilih mengungsi dan tidak bekerja selama Gunung Merapi masih menunjukkan aktivitasnya.

"Diperkirakan terdapat sekitar 75-80 persen industri kerajinan asal Yogya lumpuh terkena imbas meletusnya Gunung Merapi," ujar Ambar.

Untuk itu, Ambar menuturkan, pihaknya akan melakukan langkah-langkah dalam membantu para pengrajin asal Kota Gudeg tersebut, di antaranya menghubungi pihak perbankan dalam pemberian kredit hingga industri kerajinan pulih dan mendorong pemerintah (Kementerian Industri dan Perdagangan) terus memberikan dukungan.

"Kita tahu, ada sekitar 2.000 pengrajin di Yogya dan 200-an di Sleman yang mesti dibantu," tuturnya.

Seperti diketahui, erupsi Gunung Merapi Jumat dini hari lalu, 5 November juga membuat sejumlah bank di Yogyakarta tutup. Sebanyak 27 kantor bank umum dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) meminta izin kepada Bank Indonesia (BI) untuk tidak buka. (hs)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP