BISNIS

Lima Investor Berebut Hotel Milik Pertamina

Masa penyerahan dokumen penawaran diperpanjang dari 3 November menjadi 8 Desember 2010.
Selasa, 16 November 2010
Oleh : Arinto Tri Wibowo, Syahid Latif
Hotel Patra Jasa Bali

VIVAnews - PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) mencatat sekitar 4-5 investor sedang melakukan uji tuntas (due diligence) aset PT Patra Jasa, anak usaha PT Pertamina. Aset tersebut ditawarkan melalui mekanisme tender.

Perusahaan juga memutuskan memperpanjang masa penyerahan dokumen penawaran dari sebelumnya 3 November menjadi 8 Desember 2010. Perpanjangan itu diharapkan dapat menampung lebih banyak peminat, sekaligus memberikan waktu bagi investor untuk melakukan uji tuntas aset Patra Jasa.

Masa uji tuntas juga dimundurkan menjadi maksimal 30 November dari sebelumnya 1 November 2010

"Kami memberi waktu lebih kepada calon investor untuk proses due diligence," kata Sekretaris Perusahaan PPA, Renny O Rorong, dalam keterangan kepada wartawan melalui sambungan telepon di Jakarta, Selasa, 16 November 2010.

Menurut Renny, 4-5 investor yang sedang melakukan uji tuntas tersebut berasal dari perusahaan dalam dan luar negeri dengan porsi berimbang.
"Porsinya 50 persen perusahaan asing dan sisanya lokal," katanya.

Namun, PPA tidak dapat mengungkapkan nama-nama peserta tender yang bersifat terbuka itu.

Renny membantah jika pengunduran jadwal pengajuan surat penawaran dari semula pertengahan November menjadi Desember 2010 karena sepinya peminat. PPA mengklaim peminat Patra Jasa sangat banyak karena menilai aset anak usaha Pertamina itu sangat bagus.

"Kami hanya berfikir, alangkah bijaknya kalau mereka diberi banyak waktu untuk melakukan evaluasi dan due diligence secara serius," ujar Renny.

Seperti diketahui, Pertamina dan PT Patra Niaga akan melepas kepemilikan sahamnya maksimal 66,67 persen atau 36.588 saham di Patra Jasa . Pelepasan saham dengan mekanisme private placement itu dilakukan melalui penjualan kepada investor strategis.

Dalam program penjualan saham Patra Jasa yang dipublikasikan di Jakarta , Kamis 7 Oktober 2010 disebutkan harga dasar yang ditetapkan sebesar Rp2,37 triliun. Penawaran yang diajukan dipersyaratkan lebih tinggi dari harga dasar tersebut.

Patra Jasa adalah salah satu anak perusahaan Pertamina yang didirikan pada 17 Juli 1975. Perusahaan bergerak di bidang perhotelan, penyewaan ruang kantor dan rumah. Patra Jasa mengoperasikan tujuh hotel berlokasi di Jakarta, Bandung, Cirebon, Semarang, Bali, Parapat, dan Anyer.

Sementara itu, gedung perkantoran yang disewakan adalah Patra Office Tower di Jalan Gatot Subroto, serta ruang perkantoran di Menara Sudirman, Jakarta. Untuk penyewaan rumah melalui Patra Residential yang terdiri atas 132 rumah dan kavling berlokasi di Kuningan, Jakarta Selatan .

Dikabarkan juga bahwa sejumlah investor asing yang menggandeng perusahaan lokal berminat untuk membeli aset Patra Jasa itu. Bahkan, pengusaha nasional yang bergerak di sektor properti juga dikabarkan tergiur dengan penawaran aset anak usaha Pertamina itu. (umi)

TERKAIT
TERPOPULER