BISNIS

Lima Raksasa Ekonomi Dunia 2030

Peta kekuatan ekonomi dunia berubah pada 2030, Indonesia masuk lima besar?

ddd
Rabu, 24 November 2010, 08:31
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Optimisme bahwa kekuatan ekonomi dunia akan bergeser dari Barat ke Timur kian merebak. Bahkan, Asia kini menjadi pusat perhatian utama dunia sebagai kawasan tujuan investasi. 

“Pendulum geo-politik dan geo-ekonomi akan bergeser ke kawasan Asia,” ujar Dirjen Kerjasama ASEAN Kementerian Luar Negeri Indonesia, Djauhari Oratmangun seperti ditulis VIVAnews 23 November 2010.

Optimisme Djauhari adalah satu dari deretan optimisme berbagai lembaga keuangan dunia lainnya. Baru-baru ini, dalam laporan khusus Standard Chartered Bank juga diyakini soal pergeseran keseimbangan kekuatan ekonomi global dari Barat ke Timur.

Pemicunya adalah peningkatan besar di negara berkembang, terutama perdagangan di pasar-pasar negara berkembang, industrialisasi yang pesat, suplai tenaga kerja murah, urbanisasi dan meningkatnya masyarakat kelas menengah, serta pertumbuhan ekonomi yang tinggi, rata-rata 5,2 persen di Asia dalam dua dekade mendatang.

Bahkan, Stanchart memperkirakan 20 tahun lagi, lima kekuatan ekonomi akan benar-benar berubah. Pada 2010 ini, lima kekuatan ekonomi dunia dikendalikan oleh Amerika Serikat, China, Jepang, Jerman dan Prancis.

Namun, dua dekade lagi, bank terkemuka yang berpusat di Inggris itu meyakini posisi lima besar akan benar-benar berganti. China akan menempati posisi pertama, lantas diikuti oleh Amerika Serikat, India, Brazil dan Indonesia.  Berikut ini profil singkat lima raksasa ekonomi dunia 2030.

1. China
Pada 2030, China akan menjadi negara adikuasa secara ekonomi. volume PDB China diperkirakan akan mencapai US$73,5 triliun atau tertinggi di dunia.Saat ini, PDB China mencapai US$5,9 triliun atau terbesar kedua dunia. China akan menguasai 24 persen ekonomi dunia. Negeri dengan jumlah penduduk tertinggi sejagat ini akan tetap menjadi mesin utama pertumbuhan yang ditopang oleh industri manufaktur. Apalagi, kaum berpendidikan tinggi di China melonjak sangat signifikan.

2. Amerika Serikat
Saat ini, Amerika merupakan mbahnya kapitalisme dunia dan negara adidaya ekonomi dengan PDB terbesar dunia, yakni US$14,6 triliun. Amerika juga termasuk negara kaya dunia dengan tingkat pendapatan penduduk per kapita cukup besar, yakni US$46.760 per tahun.

Jumlah penduduk dan kondisi geografis membuat negara adidaya ini tak muncul sebagai negara paling kaya di dunia. Negara ini mengedepankan perekonomi kapitalis yang tak terlalu memprioritaskan program sosial. Namun, negara ini tak ragu menghabiskan anggaran besar untuk pendidikan. Meski tergolong maju, kesenjangan sosial-ekonomi di negara ini cukup kentara.

3. India
PDB India diperkirakan akan mecapai US$30 triliun dalam dua dekade lagi. India yang juga memiliki populasi terbesar kedua di dunia, diperkirakan akan menjadi mesin pertumbuhan besar kedua setelah China. Negara ini telah meningkatkan investasi luar biasa besar dari 24 persen PDB pada 2000 menjadi 40 persen PDB pada 2010. Kapasitas produksi, perbaikan infrastruktur, serta upaya memperbaiki standar pendidikan akan memicu pertumbuhan India.  

4. Brazil
Sebagai calon raksasa ekonomi keempat di dunia, PDB Brazil diperkirakan akan mencapai US$12,2 triliun pada 2030. Selain memiliki jumlah penduduk yang tinggi, Brazil juga dikenal sebagai negara yang memiliki kekayaan sumber alam serta perkembangan di industri manufaktur.

5. Indonesia
Indonesia merupakan salah satu kuda hitam yang akan menempati posisi kelima dunia pada 2030. Indonesia bukan hanya menggeser Rusia, melainkan juga menggeser Jepang yang kini merupakan kekuatan ekonomi terbesar ketiga dunia. Pada saat itu, Indonesia akan memiliki PDB sebesar US$9,3 triliun.

Saat ini, Indonesia merupakan negara yang memiliki peran penting di ASEAN. Dari 565 juta populasi ASEAN, Indonesia mencakup 40 persennya. Dari total PDB US$1,3 triliun, 50 persennya juga dikuasai Indonesia. Indonesia tengah berupaya menggenjot infrastruktur untuk mendorong pertumbuhan ekonomi rata-rata 7 persen per tahun.

Sumber: Stanchart I Bank Mandiri I IMF I Bank Dunia

Baca Juga
10 Negara Super Makmur di Dunia
10 Negara Paling Miskin di Dunia
10 Propinsi Paling Miskin di Indonesia
10 Bandara Terbaik di Dunia



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
argiansyah
12/01/2011
ya ALLAH SWT, berilah kami kekuatan untuk memiliki rasa percaya pada pemimpin kami dan pemimpin kami memberi rasa percaya pada kami ya ALLAH, semoga saja tak ada lagi pertengkaran antar umat beragama dan suku di Indonesia ku ini, ALLAHUAKBAR,
Balas   • Laporkan
sopir angkot
11/01/2011
slmat ya negaraku ......asal gak banyak yg koropsi INSYALLAH kita bs,coba ya klw aq yg jd presiden?....
Balas   • Laporkan
odong-odong karawang
11/01/2011
Preeeeeeeeeet..... Ngabacot teh sangeunahna pisan. gw benci Ekonomi versi kaum kapitalis. gw benci SBY dan begundal2nya yang pro sama kaum kapitalis. tapi gw cinta Indonesia. Ganti rejim pro modal. bangun pemerintahan rakyat. bangun industrilisasi rakya
Balas   • Laporkan
fayer
10/01/2011
sekarang msh diurutan no 3 terpuruk dunia,di thn 2030 paling turun di urutan ke 5,selagi pemimpin2 kita tdk ada yg berubah,,,,,korup msh lanjuuuuuuuuuttt.................
Balas   • Laporkan
NewKartini
04/01/2011
mari kita sama sama berantas KORUPTOR dan para PARASIT yg ada di negri ini, agar tidak selalu dihina oleh negara tetangga....... jayalah INDONESIA kuuuuuuu... BERSAMA KITA BISA !!!!
Balas   • Laporkan
SLAMET PUJIONO
15/12/2010
OPTIMIS..... BISA!!
Balas   • Laporkan
iwaffle
08/12/2010
Yang menjadi faktor keberhasilan Sangat tergantung bagaimana Penguasa di era ini (dari era 2010 s/d 2030) tentang mengelola negara yang baik dan benar, bagaimana menerapkan visi dan misinya. Kalau pikirannya tidak jauh ke depan niscaya tdk bakal tercapai.
Balas   • Laporkan
Armada Salim
29/11/2010
Jadi Raksasa sich blh aja... Tapi raksasa yg baik hati dong... jadi raksasa kalo buat rakyat sengsara buat apa....????
Balas   • Laporkan
WNI ASLI
29/11/2010
seperti apapun keadaan indonesia, SAYA TETAP ORANG ASLI INDONESIA..ditangan sayalah tanggungjawab dan harapan generasi yg akan datang....Semoga ALLAH memberikan kekuatan pada diri saya dalam melaksanakannya..dan banggalah menjadi orang indonesia
Balas   • Laporkan
haNie
29/11/2010
amiin,,doain ajha lah.. waLopun Pesimis tp kemungkinan itu pasti ada semangatzz
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com