BISNIS

BPD Ingin Jadi Regional Champion

Upaya tersebut akan mencetak BPD yang tangguh dalam industri perbankan nasional.

ddd
Kamis, 25 November 2010, 10:19
Foto Ilustrasi Bank
Foto Ilustrasi Bank  

VIVAnews - Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution meminta Bank Pembangunan Daerah (BPD) mencari sumber pendanaan di pasar modal melalui penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO). Upaya itu juga merupakan salah satu strategi untuk menjadi BPD Regional Champion.

Saat ini, menurut dia, sudah ada BPD yang melakukan penambahan modal melalui mekanisme IPO, seperti PT Bank Jabar Banten. Sementara itu, bagi BPD yang masih berbadan hukum perusahaan daerah (PD) untuk mengubahnya menjadi perseroan terbatas.

"Kalau ada BPD yang IPO, undang saya. Saya akan luangkan waktu hadir untuk bersama-sama dengan pemerintah daerah dan ketua DPRD mendukung langkah ini," kata Darmin dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis 25 November 2010.

Selain itu, Darmin menyambut baik upaya Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) untuk memperkuat daya saing dan kelembagaan BPD di seluruh Indonesia melalui cetak biru (blueprint) BPD Regional Champion (BRC).

Blueprint tersebut akan diakomodasi BI dalam Arsitektur Perbankan Indonesia (API), yang kini dalam proses revisi, sebagai bentuk komitmen BI dalam pembinaannya kepada BPD yang saat ini berjumlah 26 bank.

"Bagus sekali blueprint (BRC)-nya, karena sudah terperinci dan detail. BI akan pilih item-item yang akan dimasukkan ke API, yang sekarang ini sedang terus disempurnakan," ujar dia. 

Darmin berharap, upaya tersebut akan mencetak BPD yang tangguh dalam industri perbankan nasional di masa depan, serta berperan aktif dalam mendorong perekonomian daerah. 

Di antara peran aktif yang diharapkan BI adalah turut aktif memasyarakatkan gemar menabung di kalangan masyarakat. Sebab saat ini, menurut Darmin, sekitar 40 persen penduduk Indonesia belum pernah berinteraksi dengan bank.

Merujuk negara China, dia melanjutkan, yang 20 tahun lalu kondisi masyarakatnya sangat miskin, jumlah tabungan masyarakat di bank sangat tinggi. Hasilnya, bisa dirasakan sekarang karena negara tersebut dapat membangun perekonomiannya yang sumber pendanaannya dari tabungan masyarakat, sehingga menjadi negara besar.

Dia memahami, kepemilikan tunggal saham BPD yakni hanya pemerintah daerah membuat sumber pendanaan terbatas.

Sementara itu, Ketua Umum Asbanda, Winny Erwindia, mengatakan pihaknya akan meluncurkan BRC dalam waktu dekat. BRC merupakan konsep strategis BPD dalam menyikapi kompetisi di industri perbankan yang makin ketat.

Ada tiga pilar regional champion yang akan diusung, yaitu memiliki ketahanan kelembagaan yang kuat sehingga mampu beroperasi secara efisien, memiliki kemampuan sebagai agent of development guna mendukung pembangunan ekonomi daerah, serta kemampuan melayani kebutuhan masyarakat.

Proses menjadi BRC diproyeksikan membutuhkan waktu empat tahun, yang dimulai sejak akhir 2010 hingga 2014. Pada akhir 2014, beberapa BPD telah menjadi regional champion.

Untuk menjadi BRC, menurut dia, BPD harus menghadapi empat tantangan dan hambatan. Di antaranya belum ada ruang memadai di API bagi BPD untuk menjadi bank pembangunan dalam arti yang sebenarnya, permasalahan modal, regulasi yang berlaku tidak memungkinkan bagi pemegang saham untuk menerbitkan penjaminan, dan kesulitan BPD terlibat dalam proyek infrastruktur karena masalah regulasi. (art)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com