BISNIS

Daftar Instansi Penerima Remunerasi Gaji

Sebenarnya ada 11 lembaga yang diusulkan tahun ini, namun baru enam yang disetujui.

ddd
Jum'at, 17 Desember 2010, 18:55
Pegawai Negeri Sipil (PNS)
Pegawai Negeri Sipil (PNS) (VIVAnews/Adri Irianto)

VIVAnews - Program reformasi birokrasi terus bergulir. Program itu membuat pegawai negeri sipil (PNS) menerima tunjangan kinerja atau remunerasi yang besarnya bisa melambungkan gaji yang diterima selama ini.

Tahun ini sebenarnya terdapat 11 kementerian/lembaga yang diajukan untuk mendapatkan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Namun, hanya enam instansi yang baru disetujui DPR.

Keenam lembaga tersebut adalah Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian RI, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara, Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, dan Kementerian Pertahanan.

Menurut bahan yang diajukan ke DPR, instansi tersebut telah selesai melakukan penilaian 2010, dan diajukan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi kepada Kementerian Keuangan pada 23 Juli dan 29 September 2010.

Untuk penyusunan rancangan Peraturan Presiden (Perpres) Tunjangan Kinerja sudah mendapatkan persetujuan Komite Pengarah Reformasi Birokrasi Nasional pada 19 November 2010. Dua lembaga yaitu Kemenko Kesra dan Kemenko Polhukam paling akhir mendapatkan persetujuan Rancangan Perpres Tunjangan Kinerja.

Instansi itu menyusul ketiga lembaga yang mendapatkan remunerasi terlebih dahulu, yaitu Kementerian Keuangan, Badan Pemeriksa Keuangan, dan Mahkamah Agung.

Adanya tunjangan kinerja itu membuat gaji yang diterima PNS menjadi naik berkali lipat. Seperti halnya eselon I Kementerian Keuangan bisa menerima penghasilan Rp40 juta.

Sementara tunjangan tertinggi untuk Kepolisian paling tinggi Rp21,3 juta. Itu belum termasuk gaji pokok dan tunjangan lainnya. Untuk tunjangan tertinggi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, tunjangan kinerja paling tinggi Rp19,3 juta.

Instansi lain yang mengantre, namun belum disetujui adalah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian PPN/Bappenas, Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Kementerian Hukum dan HAM, dan Kejaksaan Agung. (art)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
RACHMAD INDROOURNOMO
21/01/2011
Pengatur lalu Lintas Udara (ATC). bekerja penuh resiko, perlu keterampilan khusus berstandar internasional, gaji sdh berpuluh tahun tidak setimpa. mungkin banyak yg tdk tahu pekerjaan ATC itu apa ? diluar negeri sangat dihargai, karena membawa nama bangsa
Balas   • Laporkan
yayat.pl.y
01/01/2011
seperti kata dmasiv, syukuri apa yg ada niscaya kita nda bakalan merasa kekurangan, justru dng brsyukur apa yg qt dapatkan akan dilipatgandakan...
Balas   • Laporkan
budhiwahono
29/12/2010
kami para perawat PNS juga bertaruh nyawa setiap hari..beresiko tertular HIV / AIDS.melalui jarum suntik kapan remunerasi ada buat kami? sama sama mengabdi kok gak sama ya?
Balas   • Laporkan
gonzalo higuin
29/12/2010
Biasa aja jngan trlalu gembira, paling kyak kita Bintara2 yg byak kerja dilapangan sbg pintu gerbang pelayanan dptnya cuman brp sih..... dibwh 1jt ngak ngaruh kali, yg gede tetep aja para beliau - beliaunya di atas ! VIVA POLRI
Balas   • Laporkan
andi
23/12/2010
remunerasi sperti kue bolu..orang uda makan kue bolunya..kami yang belum mendapatkan remunerasi hanya mencium baunya saja...gk jelas pun kapan.i
Balas   • Laporkan
Coe2z
23/12/2010
Blom juga ada Realisasinya,,ngapain juga Ribut-ribut,,,
Balas   • Laporkan
gun
23/12/2010
untuk pegawai negeri sipil yang di tingkat propinsi, kabupaten dan di kecamatan, bagaimana, apa di remunerasi juga pak?
Balas   • Laporkan
lala
22/12/2010
instansi yang laen kapan nyusul nich Remunerasi.jangan tebang pilih donk pemerintah......
Balas   • Laporkan
bosnya kacrut
22/12/2010
kemenkumham blom yah.. ga apa2 biar punglinya makin mantap, lagian jg bos2nya paling alergi sama yg namanya remun krn takut penghasilannya berkurang..
Balas   • Laporkan
Tofik
22/12/2010
Innalillahi............harusnya malu....
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id