BISNIS

Daftar BUMN Paling Rugi 2010

Sepanjang tahun ini, nilai kerugian bersih 17 BUMN diperkirakan mencapai Rp700,59 miliar.
Jum'at, 31 Desember 2010
Oleh : Antique, Syahid Latif
Menteri BUMN Mustafa Abubakar (kanan)

VIVAnews - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melaporkan 17 BUMN sepanjang tahun ini diperkirakan mengalami rugi bersih dengan total mencapai Rp700,59 miliar.

Kali ini, PT Askrindo (Persero) menjadi BUMN dengan kerugian terbesar, yakni Rp224,5 miliar.

"Tahun ini, jumlah BUMN rugi diperkirakan sebanyak 17 perusahaan," kata Menteri BUMN Mustafa Abubakar di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat, 31 Desember 2010.

Data Kementerian BUMN menunjukkan, 13 perusahaan pelat merah mengalami kerugian hingga miliaran rupiah. Sebanyak tiga BUMN mengalami rugi ratusan miliar dan sisanya merugi hingga puluhan miliar.

Ke-13 BUMN yang mengalami rugi hingga miliaran rupiah adalah:
1.  PT Askrindo Rp224,5 miliar.
2.  PT PAL Indonesia  Rp112,8 miliar.
3.  PT Industri Sandang Rp103,5 miliar.
4.  PT Djakarta Llyod Rp70 miliar.
5.  PT Kertas Kraft Aceh Rp67,5 miliar.
6.  PT Garam Rp47 miliar.
7.  PT Perkebunan Nusantara XIV Rp28,1 miliar.
8.  PT Industri Gelas Rp16,9 miliar.
9.  PT Perikanan Nusantara Rp9,5 miliar.
10. PT Boma Bisma Indah Rp9,3 miliar.
11. PT Inhutani V Rp4,5 miliar.
12. PT Primissima Rp3,9 miliar.
13. Perum PNRI Rp1,1 miliar.

Di samping 13 BUMN yang mengalami rugi hingga miliaran rupiah, tercatat sebanyak empat BUMN mengalami rugi hingga ratusan juta rupiah.

1. PT Industri Kapal Indonesia Rp812 juta.
2. PT Batan Teknologi Rp740 juta.
3. PT Pradnya Paramitra Rp248 juta.
4. PT Merpati Nusantara Rp194 juta.

Mustafa mengatakan dalam lima tahun terakhir, performa BUMN membaik dengan semakin menurunnya jumlah perusahaan BUMN yang merugi. Hal itu didukung dengan turunnya nilai kerugian sekitar 60 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sebagai informasi, Perum Bulog tahun lalu merupakan BUMN yang paling besar mengalami kerugian hingga Rp900 miliar. Tahun lalu, kerugian BUMN seluruhnya mencapai Rp1,69 triliun. Jumlah itu, lebih baik dibandingkan 2008 yang mencapai Rp13,95 triliun. (art)

TERKAIT
TERPOPULER