BISNIS

PTDI Bakal Buat Pesawat Canggih dan Murah

"Mesin dan avianik masih impor. Mesin sepertinya kami akan impor dari Kanada."

ddd
Rabu, 16 Maret 2011, 15:58
Maket pesawat angkut N91 dari PT Dirgantara Indonesia (PTDI)
Maket pesawat angkut N91 dari PT Dirgantara Indonesia (PTDI) (Antara/ Prasetyo Utomo)

VIVAnews - PT Dirgantara Indonesia (PTDI) bakal kembali meluncurkan satu jenis pesawat baru yang diklaim sebagai pesawat termurah dan tercanggih di kelasnya. Pesawat baru dengan nama N-219 ini sedang dalam tahap desain. Prototipenya akan dibuat dan mulai uji coba terbang pada 2014 mendatang.

Indonesia terakhir kali membuat pesawat N-250 pada era Menteri Riset dan Teknologi BJ Habibie. Namun, pesawat pertama yang diproduksi Indonesia adalah pesawat CN-235 yang kala itu diproduksi oleh IPTN.

"Gambarnya sudah ada dan masa pengembangannya dalam tiga tahun ke depan, saat ini kita sudah jalan pengembangan setengah tahun," kata Direktur Aerostructure PTDI, Andi Alisjahbana, di Bandung, Jawa Barat, Rabu, 16 Maret 2011.

Andi menjelaskan, pesawat baru ini memiliki kapasitas 19 penumpang dengan menggunakan dua mesin berkapasitas 850 shaft horse power (HP). Secara keseluruhan, N-219 akan mengandung konten lokal sebesar 70 persen dan 30 persen sisanya masih harus menggunakan komponen impor, terutama di bagian mesin dan aviasi.

"Mesin dan avianik masih impor. Mesin sepertinya kami akan impor dari Kanada. Sedangkan avionik dari Amerika dan Eropa," jelasnya.

PTDI mengklaim N-219 akan menjadi pesawat termurah dikelasnya. Pesawat ini nantinya akan bersaing dengan Twin Otter (Viking Air) dan Harbin Y-12 buatan China. Namun, Andi belum bersedia membeberkan harga dari pesawat N-219 per unitnya.

"Sebagai perbandingan harga Y-12 sekitar US$4,5 juta sedangkan Twin Otter lebih mahal," katanya.

Selain termurah di kelasnya, N-219 juga diklaim akan menjadi pesawat tercanggih karena menggabungkan teknologi CN-235, N-250 dan N-212. Pesawat N-219 rencananya dikerjakan oleh sekitar 200 engineer yang dimiliki oleh perusahaan.

Sayangnya, untuk pengembangan N-219, lagi-lagi PTDI terbentur masalah klasik berupa pendanaan. Menurut Andi, PTDI tidak mungkin menggunakan dana sendiri untuk mengembangkan N-219, sehingga membutuhkan dukungan dari pemerintah dan swasta untuk mengembangkan N-219. "Dana hingga saat ini belum ada, kami sedang mendekati sumber pendanaan," ujar Andi.

Direktur Teknologi dan Pengembangan PTDI, Dita Ardonni Jafri, menambahkan, PTDI sanggup menyelesaikan dua buah prototype N-219 dalam waktu 2,5 tahun ke depan. Dengan syarat,  perusahaan memperoleh pendanaan yang dibutuhkan untuk membuat sebuah prototype N-219 senilai US$30 juta.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
andariesta
07/09/2012
Jika bukan karena IMF dan orang-rang bego di Indonesia yg menginginkan IPTN hancur... Pasti PT DI sdh berjaya sekarang...!! Ayo maju PT. DI... Ayo Bangkit Indonesia....
Balas   • Laporkan
zulfi_jkt
17/07/2011
di banding pesawat cina gw masih percaya sama pesawat buatan sendiri. kita semua dah tau klo cina utamain kuantitas, ketimbang kualitas keselamatan. makanya cina bs lebh murah. tp inilah pmrintah RI, kmpnye cinta buatan indonesia hnya cm slogan blaka.
Balas   • Laporkan
ex one
17/03/2011
Ayo dukung saudara-saudaraku,kalau perlu kumpulkan koin buat kemajuan PT.DI
Balas   • Laporkan
yeleb | 17/07/2011 | Laporkan
sudah saat nya kita maju.,.
aisahana
17/03/2011
sayang PTDI terbelunggu politik sehingga proyek-proyeknya terhenti, kini saatnya negara berdiri di kaki sendiri.. ini pilhan, tapi ssya yakin pemerintah tak akan setuju krn sdh dipengaruhi oleh kepentingan asing...
Balas   • Laporkan
asepiyan
17/03/2011
pedanan y menjadi kendala disetiap kemajuan anak bangsa, memang miskin atau dimiskinkan.. seperti menjadi sebuah bencana bila bangsa komsumen ini menjadi maju.. merdeka
Balas   • Laporkan
Wisanggeni
16/03/2011
Orang yg sirik pertanda tak mampu! Semoga bangsa kita makin maju dan mandiri dg menggunakan produk-produk dalam negeri, termasuk dalam dunia dirgantara ini!
Balas   • Laporkan
f4154l
16/03/2011
asal jangan di tukar ama beras, kacang, dll..ya...
Balas   • Laporkan
banaspati | 06/07/2011 | Laporkan
umpama pesawatnya seharga 10milyar, kita butuh beras ama kacang senilai 10 milyar jg, knapa tidak???
cacan | 13/06/2011 | Laporkan
Setuju saya sama Ironbus.
ironbus | 16/03/2011 | Laporkan
emang kalo ditukar beras napa sih? namanya dagang mau di pake duit, emas, atau apapun gak papa yg penting nilainya sama. kalo yg dibutuhkan emang kacang di tukar kacang dong..toh nanti duitnya jg buat beli barg.gitu aja koq repot


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id