Laba BUMN 2008 Meleset

Untung BUMN Komoditas Paling Banyak Tergerus

VIVAnews - Penurunan laba Badan Usaha Milik Negara pada 2008 akibat selisih kurs berkisar antara lima sampai 10 persen. Penurunan terbesar pada BUMN yang bergerak di bidang komoditas.

"Turunn 5-10 persen. Pertamina masih oke, targetnya sampai. Pertambangan agak rendah, perkebunan juga turun sedikit. Kalau bank di atas rata-rata, jada keuangan oke, jasa logistik oke, yang turun adalah komoditas," kata Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu di Gedung BPK, Jakarta, Kamis 15 Januari 2009.

Kalau saja nilai tukar rupiah pada 2008 tidak mengalami pelemahan, kata Said, laba BUMN yang ditargetkan Rp 81,2 triliun bis atercapai, bahkan melebihi target.

"Saya menghitung sebenarnya kalau bukan karena selisih kurs, laba BUMN bisa terlampaui. Hanya karena selisih kurs, yang menggerus cukup besar. Saya belum tahu pasti angkanya, nanti minggu depan saya kasih angkanya," kata Said.

Said menolak anggapan pemerintah mengambinghitamkan kurs sebagai penyebab melorotnya laba BUMN 2008.  "Bukan kambing hitam dan saya nggak suka cari kambing hitam. Kalau saya salah saya tanggung jawab," kata dia.

Penurunan laba terkait kurs yang di awal tahun masih berada di posisi  Rp 9.200/US$, namun pada akhir tahun bertengger di level Rp 10.950/US$. "Selisih ini yang bikin rugi, jangan bilang kambing hitamlah. Said Didu tidak pernah cari kambing hitam tapi cari kambing putih," selorohnya.

HUT Ke-61, Taspen Tegaskan Komitmen Genjot Kesejahteraan Masyarakat
Pakar Hukum Tata Negara dan Konstitusi, Fahri Bachmid

Megawati Ajukan Amicus Curiae ke MK, Pakar Hukum: Upaya Intervensi Peradilan

Megawati telah mengajukan diri menjadi amicus curiae ke Mahkamah Konstitusi (MK), dan menyampaikan pendapatnya atas perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU).

img_title
VIVA.co.id
18 April 2024