BISNIS

Negara Paling Tinggi Menggaji TKI

TKI ilegal di bidang formal memperoleh gaji Rp2-3,5 juta.
Senin, 20 Juni 2011
Oleh : Syahid Latif
Pemulangan TKI Bermasalah : Paspor

VIVAnews - Iming-iming gaji yang besar kendati berprofesi sebagai pembantu rumah tangga dan risiko ancaman kekerasan, tampaknya menjadi faktor penarik bagi warga negara Indonesia (WNI) untuk menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) di negara lain.

Sulitnya mendapat lahan pekerjaan di negeri sendiri memaksa TKI mencari pekerjaan di luar negeri. Gaji yang mereka dapatkan pun bisa membuat keperluan hidup sanak keluarganya di Indonesia bisa terpenuhi dengan layak. Sebenarnya, berapa besar gaji yang diterima TKI di sejumlah negara penerima TKI?

Laporan Bank Indonesia tahun 2010 mengenai Survei Nasional Pola Remitansi TKI tahun 2008 mencoba memotret kondisi TKI di Indonesia. Laporan ini melibatkan responden sebanyak 2.082 orang, berasal dari daerah yang selama ini dikenal sebagai kantong-kantong TKI, mencakup Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Mataram, Kupang, Pekan Baru, dan Daerah Nunukan.

Informasi persentase gaji ini diperoleh dari keterangan yang dikirim oleh TKI dan dilakukan melalui survei berkala. Untuk memperoleh data terbaru, survei mengenai pola remitansi tersebut dilakukan secara rutin setiap dua tahun sekali.

Dalam laporannya, BI mengungkapkan, sebelum menjadi TKI sebagian besar responden bekerja sebagai petani atau nelayan sebesar 20 persen dari total responden, buruh tani atau nelayan (11 persen), pengangguran (23,6 persen), dan pekerja jasa sebesar 15,2 persen.

Bagi responden yang memiliki pekerjaan sebelum menjadi TKI di luar negeri, 44 persen menyatakan bahwa gaji yang diterima kurang dari Rp250 ribu per bulan. Berdasarkan gender, terdapat 36 persen responden pria yang bergaji kurang
dari Rp250 ribu sebelum menjadi TKI, sedangkan responden perempuan sebanyak 47 persen.

Besarnya gaji yang diterima oleh TKI yang bekerja di luar negeri sangat tergantung pada jenis pekerjaan yang dilakukan. Berdasarkan hasil survei, komposisi gaji TKI terbesar berada di kisaran Rp1,5–2 juta, dan
Rp1–1,5 juta. Dengan asumsi kurs Rp10.000 per dolar AS, sebagian besar TKI bergaji antara US$100–200 per bulan.

Gaji yang diterima kelompok informal terbanyak di kisaran Rp1–1,5 juta (33 persen) dan Rp1,5–2 juta (33 persen). Kelompok formal sebagian besar memiliki gaji bulanan antara Rp2–2,5 juta (40 persen), meskipun terdapat pula yang memiliki gaji yang tidak berbeda dengan kelompok informal sebesar Rp1,5–2 juta (20 persen).

Namun, berbeda lagi kondisinya untuk TKI yang masuk secara ilegal. Mereka pada umumnya bekerja di sektor formal (buruh pabrik, perkebunan, dan lainnya) yaitu mencapai 83 persen, sehingga memiliki gaji yang relatif lebih tinggi. Dari sisi kompensasi yang diterima (gaji), sebagian besar TKI ilegal (56,7 persen) menerima gaji berkisar Rp2–3,5 juta.

Secara umum, berdasarkan kawasan penempatan, rata-rata standar gaji minimum per kawasan (tanpa melihat komposisi formal/informal), gaji di kawasan Asia Tenggara relatif lebih rendah dibanding rata-rata kawasan lain Rp2,5 juta.

Sementara itu, di kawasan Asia Timur, gaji TKI sudah sesuai dengan rata-rata gaji yang di atas Rp5 juta. Untuk kawasan Timur Tengah, gaji TKI yang diterima relatif sama dengan rata-rata gajinya. Adapun untuk kawasan Amerika, Eropa, dan Australia sudah sesuai dengan rata-rata standar gaji di atas Rp5 juta.

Berikut adalah gaji berdasarkan kawasan negara tempat penempatan kerja TKI:

Asia Tenggara
Struktur gaji TKI informal di setiap negara, untuk Malaysia sebagian besar menerima Rp1-1,5 juta. Gaji tersebut telah sesuai dengan gaji minimum yang ditetapkan yaitu MYR500 atau sebesar Rp1,3 juta. TKI di Singapura menerima Rp1,5-2 juta, telah sesuai juga dengan standar minimum sebesar Rp1,5-2 juta.

Sementara itu, di Brunei, mayoritas menerima Rp2,5-3 juta, justru lebih tinggi dibandingkan standar minimum gaji sebesar Rp2,3 juta per bulan.

Asia Timur
Untuk TKI di kawasan Asia Timur rata-rata memperoleh Rp4-4,5 juta. Untuk TKI di Korea Selatan seluruhnya memperoleh gaji Rp4-4,5 juta, sudah sesuai dengan rata-rata standar gajinya.

Sementara itu, di Taiwan rata-rata standar gaji sebesar Rp4 juta. Namun, berdasarkan hasil survei, gaji yang diperoleh di atas Rp4 juta, mencapai sekitar 41 persen. TKI di Hong Kong menerima gaji mayoritas Rp4-4,5 juta, sudah sesuai dengan standar minimum sebesar Rp4 juta.

Namun, terdapat sekitar 46 persen yang memperoleh gaji di bawah standar. Untuk TKI yang ditempatkan di China (hanya 2 responden) menyatakan memperoleh gaji antara Rp2-3 juta.

Timur Tengah
TKI di kawasan Timur Tengah mayoritas menerima gaji antara Rp1–2 juta. TKI di Arab Saudi dan Uni Emirat Arab memperoleh Rp1–2 juta, sudah sesuai dengan standar minimum gaji sebesar Rp1,9 juta. Untuk TKI di Bahrain, Qatar, dan Jordania juga sudah sesuai dengan standar gaji minimum sebesar Rp1,8 juta. Tetapi untuk TKI di Kuwait dan Oman menerima gaji Rp1-1,5 juta di bawah standar minimum.

TERKAIT
TERPOPULER