BISNIS

Ini Aturan Produk Wajib Berbahasa Indonesia

Itu sesuai peraturan di Pasal 8 ayat 1 huruf J UU No 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen

ddd
Minggu, 3 Juli 2011, 07:15
ilustrasi iPad
ilustrasi iPad (AP Photo/Marcio Jose Sanchez)

VIVAnews - Kisah tertangkapnya Dian dan Randy karena menjual iPad, yang tidak memiliki petunjuk manual dalam bahasa Indonesia, menjadi pelajaran bagi publik. Namun penegak hukum juga diminta jangan pandang bulu menerapkan aturan itu.

Dian dan Randy didakwa Pasal 52 ayat 32 no 36/1999 tentang Telekomunikasi. Ia juga didakwa Pasal 8 ayat 1 huruf J UU No 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Dalam Pasal 8 huruf J disebutkan "Pelaku usaha dilarang memproduksi dan/atau memperdagangkan barang dan/atau jasa yang: tidak mencantumkan informasi dan/atau petunjuk penggunaan barang dalam bahasa Indonesia sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Dalam pasal 8 UU Perlindungan konsumen memang diatur larangan produksi dan memperdagangkan barang dan atau jasa sebanyak 10 butir huruf. Contohnya huruf i yaitu larangan "tidak memasang label atau membuat penjelasan barang yang memuat nama barang, ukuran, berat/isi bersih atau netto, komposisi, aturan pakai, tanggap pembuatan, akibat sampingan, nama dan alamat pelaku usaha serta keterangan lain untuk penggunaan yang menurut ketentuan harus dipasang/dibuat.

Contoh lainnya yaitu larangan memperdagangkan barang yang tidak sesuai dengan ukuran, timbangan dan jumlah dalam hitungan menurut ukurang sebenarnya seperti yagn tercantum pada huruf c.

Dalam Pasal 3, disebutkan Undang-Undang perlindungan konsumen salah satunya bertujuan untuk menciptakan sistem perlindungan konsumen yang mengandung unsur kepastian hukum dan keterbukaan informasi serta akses untuk mendapatkan informasi (huruf d).

Bagi pelaku, aturan ini juga untuk menumbuhkan kesadaran pelaku usaha mengenai pentingnya perlindungan konsumen sehingga tumbuh sikap jujur dan bertanggung jawab dalam berusaha (huruf e).

Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai kasus ini menjadi peringatan bagi para pedagang karena tak menjual sesuai UU Konsumen.

Namun hendaknya penegak hukum tidak pandang bulu karena di pasaran masih banyak barang ilegal yang merugikan konsumen "Langkah polisi sudah tepat. Ini menjadi peringatan bagi para pedagang" ujar Ketua Pengurus Harian YLKI Sudaryatmo kepada VIVAnews.

Peraturan Menteri

Selain itu juga ada peraturan yang wajib mencantumkan label dalam Bahasa Indonesia. Kebijakan ini terdapat dalam Peraturan Menteri Perdagangan RI Nomor 22/M-DAG/PER/5/2010 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 62/M-DAG/PER/12/2009 tentang Kewajiban Pencantuman Label Pada Barang.

Ketentuan Pasal 2 ayat 1 berbunyi: Pelaku usaha yang memproduksi atau mengimpor barang untuk diperdagangkan di pasar dalam negeri sebagaimana tercantum dalam Lampiran Peraturan Menteri ini wajib mencantumkan label dalam Bahasa Indonesia. Pelaku usaha yang mengimpor barang pada saat barang yang diimpor memasuki daerah pabean RI telah berlabel dalam Bahasa Indonesia.

Awalnya aturan itu dikeluarkan untuk menahan impor barang ilegal, namun juga sebagai efektivitas pembinaan pengawasan perlindungan konsumen. Kewajiban pencantuman label dalam bahasa Indonesia berlaku sejak 1 Oktober 2010, bagi semua produk impor non-pangan dan non-obat.

Untuk produk dalam negeri sendiri telah dilakukan 1 September 2010, sedangkan barang impor yang terlanjur berada di pasaran pemberlakuannya dimundurkan dari 21 Desember 2011 menjadi 1 Maret 2012.

Dalam Permendag itu diatur barang non pangan mencakup elektronika untuk keperluan rumah tangga, telekomunikasi, dan informatika, barang sarana bahan bangunan, barang keperluan kendaraan bermotor, dan jenis barang lain seperti alas kaki dan bahan jadi kulit sehingga total sekitar 103 produk.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
henzo
04/07/2011
polisis yang nyamar terobsesi jadi detektif conan ....
Balas   • Laporkan
fan_fan
04/07/2011
Kalau pakai bahasa Indonesia malah susah bahasanya jd kacau, pdahal klo pakai bahasa Inggris, malah akan memacu si pengguna barang utk bs belajar bahasa asing
Balas   • Laporkan
antonio
04/07/2011
padahal buku manual tinggal copy paste aja yah. kok susah sih. tapi sebetulnya manual book bhs inggris lebih mudah dimengerti. coba kalau diterjemahkan dalam bahasa indonesi pasti malah bikin pening. Contoh : enter diterjemahkan tombol masuk.. he e
Balas   • Laporkan
azky
04/07/2011
pak polisi.....pak polisi.....apa kabar???????
Balas   • Laporkan
nmArif
04/07/2011
dalam Peraturan Perundangan KepMenDag No 19/2009 lampiran I tidak disebutkan adanya I Pad. Jd kalo menurut saya setelah melihat lampiran I, I Pad tidak diharuskan mempunyai manual book dalam bahasa Indonesia.
Balas   • Laporkan
nmArif
04/07/2011
dalam Peraturan Perundangan KepMenDag No 19/2009 lampiran I tidak disebutkan adanya I Pad. Jd kalo menurut saya setelah melihat lampiran I, I Pad tidak diharuskan mempunyai manual book dalam bahasa Indonesia.
Balas   • Laporkan
besokapalagi
04/07/2011
toko perakit komputer diwajibkan mem buat buku petunjuk penggunaan berbahasa indonesia ga ya :) - ide buat toko komputer pasangin stiker dijual hanya untuk yang sudah mengerti dasar2 pemakaian komputer .
Balas   • Laporkan
ionizer
03/07/2011
Konsumen engga rugi apabila produk tidak berbahasa Ind. Malah masyarakat rugi apabila ditangkepin cuma gara2 kaya gini..
Balas   • Laporkan
delcom
03/07/2011
gak mutu
Balas   • Laporkan
grimjow
03/07/2011
iya..........handphone aja pk bahasa indonesia kayaknya gk enak dbacanya dan jd aneh gk karuan...........!!!!!!!!! biasa itu mh trik bandar kn kl nangkep penjahat2 kelas teri polisi bs seenaknya tp kl penjahat kelas kakap polisi respect bgt smp melinda de
Balas   • Laporkan
haryosuman | 03/07/2011 | Laporkan
grimjow, saya berusaha bhs. indonesia dg baik, tapi saya tdk mengerti apa maksudmu


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com