BISNIS

NU: Komunikasi SBY dan Rakyat Tak Lancar

"Banyak sekali yang tersumbat, apalagi musibah di Demokrat juga bertubi-tubi."
Rabu, 13 Juli 2011
Oleh : Eko Huda S, Fadila Fikriani Armadita
Ketua PBNU Said Agil Siradj dan Salim Segaf Al Jufri

VIVAnews - Ketua Umum Pengurus Besar Nadlatul Ulama (NU), Said Agil Siradj menyampaikan kritik untuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Dia mengatakan presiden yang disokong penuh Partai Demokrat itu kurang komunikasi dengan rakyatnya.

"Ada kekurangan. Komunikasi dengan rakyat kurang lancar. Banyak sekali yang tersumbat, apalagi musibah di Demokrat juga bertubi-tubi," kata Said Agil di Kantor PB NU, Jakarta, Rabu 13 Juli 2011.

Kritik itu tak sampai di situ. Said Agil mengatakan kritik itu juga akan dilontarkan saat peringatan Hari Lahir NU ke 85 yang akan digelar di Gelora Bung Karno, Jakarta. "Misal bahwa seorang pemimpin yang akan memberikan keadilan harus dimulai dengan rasa adil dari diri sendiri," kata Said.

Seorang pemimpin, kata dia, harus memiliki semangat keadilan agar bisa memberi keadilan kepada rakyatnya.

Menurut dia, seorang presiden pasti punya tanggung jawab dalam memimpin bangsa. Sebab itu, para pemimpin harus menerima masukan dari masyarakat. "Kesalahan atau masalah belum berhasil harus kita dorong, kita beri masukan, kita kritik, kita beri rekomendasi," kata dia.

Selain kritik, Said Agil juga memberikan masukan untuk SBY. Terutama, setelah adanya kasus yang bertubi-tubi menimpa Partai Demokrat yang dia bina. "Demokrat harus berbenah," kata dia. (eh)

TERKAIT