BISNIS

Polemik Impor Garam Dua Kementerian Berakhir

Kementerian Perdagangan dan Kementerian Kelautan dan Perairan bersitegang akibat garam.

ddd
Jum'at, 12 Agustus 2011, 07:18
Petani garam
Petani garam  

VIVAnews - Pemerintah menyatakan sudah tidak ada lagi polemik seputar impor garam saat ini. Seperti diketahui, dua kementerian yakni Kementerian Perdagangan dan Kementerian Kelautan dan Perairan bersitegang akibat kebijakan impor garam.

Menurut Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Rajasa, pihaknya sudah menengahi mengenai persoalan impor garam. "Sudah tidak ada lagi persoalan impor sudah sangat jelas," ujarnya Kamis 11 Agustus 2011 malam.

Dalam usahanya mengurangi impor dan mewujudkan swasembada garam, tambahnya, telah ditetapkan beberapa langkah yang akan ditempuh. Pertama, pemerintah akan meningkatkan produksi garam dalam negeri. "Maka diperlukan intensif kepada petani garam kita supaya bisa cepat swasembada," imbuhnya.

Kedua, pemerintah akan menetapkan harga yang wajar dengan tujuan mensejahterakan kehidupan para petani garam. "Hal ini dilakukan agar para petani bisa menikmati hasil panen," terangnya.

Terakhir, pemerintah akan melakukan impor bila diperlukan hanya jika pasokan dalam negeri memang dirasa sangat kurang. "Kecuali garam industri ya," ucapnya.

Dilain pihak Menteri Kelautan dan Perairan, Fadel Muhamad, mengatakan belum lama ini ditemukan pasokan garam impor dari Medan dan Surabaya masing-masing sebesar 29 ribu ton dan 30 ribu ton. Sehubungan dengan kejadian tersebut, pihaknya telah mengirimkan tim untuk melakukan pemeriksaan.

"Kami minta dimasukkan ke gudang dan akan disegel semuanya. Itu langkah yang sudah kami lakukan," jelasnya diwaktu dan tempat yang sama.

Sebelumnya, telah menjadi sengketa antara Kementerian Kelautan dan Perairan dan Kementerian Perdagangan mengenai garam impor. Kementerian Kelautan dan Perairan bersikeras kebijakan impor tidak boleh dilakukan selama sebulan hingga dua bulan setelah panen yang ditetapkan terjadi pada bulan Agustus.

Dengan begitu seharusnya tidak ada impor selama bulan Juli hingga Oktober. Namun beberapa waktu lalu, muncul impor garam dari India, yang menekan harga garam domestik.

Pada awal bulan ini, harga turun drastis menjadi Rp500 hingga Rp550 per kilogram. Padahal harga pada bulan Juni masih berada di kisaran Rp700 hingga Rp800 per kilogram. Pemerintah memiliki acuan harga yakni Rp750 untuk garam dengan kualitas I dan Rp550 per kilogram untuk garam kualitas II. (eh)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
Inti Nuswandari
12/08/2011
Mau koreksi aja, Yang benar Kementerian Kelautan dan Perikanan, BUKAN Kementerian Kelautan dan Perairan. Jadi aneh bacanya....
Balas   • Laporkan
edi
12/08/2011
pak menteri kabinet indonesia II, jangan masalah garam aja itu harganya murah, tapi produk unggulan kita juga seperti tekstil, dan lain2 sekarang sudah melimpah produk inport di indonesia mau jadi apa kita nonton aja ya
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com