BISNIS

Gadai Emas di Pegadaian, Ini Caranya

Ketentuan masa penitipan emas di Pegadaian Syariah maksimal 4 bulan dan bisa diperbarui.

ddd
Jum'at, 12 Agustus 2011, 10:53
Perhiasan emas
Perhiasan emas (VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)

VIVAnews - Masyarakat Indonesia saat ini sudah mulai banyak melirik komoditas emas sebagai salah satu bentuk investasi. Apalagi dengan harga emas yang kini terus melambung hingga mencapai rekor tertinggi sebesar US$1.800 per troy ounce.

Tak seperti zaman dahulu, masyarakat lebih banyak membeli emas perhiasan sebagai bentuk investasi. Kini, masyarakat mulai melirik emas batangan sebagai salah satu bentuk investasi yang bisa menambah pundi-pundi kekayaan.

Bahkan, tren investasi emas kini semakin berkembang. Masyarakat menggadaikan emas untuk memperoleh pembiayaan dari lembaga keuangan seperti perbankan maupun pegadaian. Bank Indonesia mencatat transaksi gadai emas di perbankan syariah menunjukkan pertumbuhan yang signifikan yaitu naik 15 persen sepanjang semester I-2011.

Seperti dikutip VIVAnews.com dari laman gadaiemas.net, salah satu keuntungan investasi emas adalah banyaknya fasilitas pembiayaan yang tersedia dan dapat digunakan sewaktu-waktu dengan cepat. Jika masyarakat membutuhkan uang dalam waktu segera, mereka bisa menggadaikan emas yang dimiliki tanpa takut kehilangan investasi mereka.

Sistem gadai juga sangat bermanfaat bagi sebagian orang yang senang memanfaatkan momentum tren sebuah bisnis. Misalnya, dalam menyambut liburan keagamaan terutama Idul Fitri, masyarakat bisa menggunakan gadai emas sebagai modal pembelian barang dagangannya. Sistem gadai lebih menguntungkan daripada menjual emas tersebut.

Salah satu tempat transaksi gadai emas yang sering ditunjuk masyarakat adalah pegadaian syariah. Untuk menggadaikan emas di pegadaian syariah, pemilik emas biasanya akan dikenakan empat macam komponen.

Pertama, taksiran yaitu perkiraan harga jual emas yang kita miliki ditentukan oleh pihak pegadaian secara sepihak.

Kedua, komponen uang pinjaman yaitu jumlah dana yang bisa kita pinjam berdasarkan barang yang kita gadaikan. Biasanya pihak pegadaian akan memberikan uang pinjaman sebesar 85-90 persen dari nilai taksiran.

Ketiga, biaya administrasi adalah biaya yang harus kita keluarkan untuk mendapatkan transaksi gadai emas ini. Besarnya biaya administrasi tergantung dari nilai peminjaman.

Keempat, komponen ijaroh yang merupakan biaya gadai yang menjadi hak pihak pemilik dana, dalam hal ini adalah pegadaian. Besarnya ijaroh di pegadaian syariah memiliki rumus sendiri yang dihitung setiap 10 hari, dengan rumus : Ijaroh = (taksiran/10.000) x tarif x (jangka waktu/10 hari).

Artinya, jika sudah masuk hari ke-11 peminjaman berarti biaya gadai sudah bertambah dan begitu seterusnya.

Sistem pegadaian emas di Pegadaian Syariah biasanya menggunakan ketentuan masa penitipan barang gadai selama empat bulan. Jika dalam masa empat bulan tersebut masyarakat belum mempunyai uang untuk menebusnya, maka pemilik emas bisa memperpanjang masa gadai dengan membayar biaya sewa selama 4 bulan tersebut. 

Selain itu, masyarakat juga bisa mencicil pinjaman tersebut sehingga jumlah pinjaman berkurang.

Untuk dapat melakukan gadai emas, masyarakat juga cukup dimudahkan dengan prosedur yang ada. Pemilik emas cukup datang langsung ke tempat jasa gadai emas dengan membawa perlengkapan berupa foto copi KTP serta emas yang akan digadaikan.

Agar transaksi gadai emas bisa memuaskan, ada baiknya masyarakat melihat terlebih dahulu persentase kewajiban atas dana yang akan dipinjam. (art)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id