BISNIS

Mobil Travel Jakarta-Bandung Dibatasi

Saat ini, mobil travel yang beroperasi secara resmi sebanyak 667 unit.

ddd
Kamis, 8 September 2011, 14:24
Jasa travel Jakarta Bandung
Jasa travel Jakarta Bandung (VIVAnews/Maryadi)

VIVAnews - Beberapa tahun terakhir, bisnis jasa angkutan umum berupa mobil travel Jakarta-Bandung tumbuh subur. Keberadaan bisnis itu bahkan mampu melibas transportasi kereta api.

Namun, kini, Kementerian Perhubungan akan membatasi jumlah mobil travel yang beroperasi menjadi sebanyak seribu unit.

Direktur Lalu Lintas Angkutan Jalan Kementerian Perhubungan, Sudirman Lambali, mengatakan, Kementerian Perhubungan telah bertemu dengan para pengusaha travel Jakarta-Bandung untuk mengakomodasi kebutuhan mobil travel itu.

"Kesepakatan kami waktu itu dibatasi, total seribu unit," katanya di Jakarta, Kamis 8 September 2011.

Ia menjelaskan, saat ini mobil travel yang beroperasi secara resmi sebanyak 667 unit. Ia juga telah menertibkan jumlah travel-travel liar yang beroperasi. Hasilnya, terdapat 115 unit mobil travel liar yang saat ini sedang menjalani pemutihan, sehingga statusnya menjadi resmi.

"Kebanyakan travel liar ini statusnya perorangan. Nanti, akan kami ubah jadi badan hukum agar resmi," jelasnya.

Maraknya bisnis travel ini, dia melanjutkan, karena terjadi pergeseran mobilitas warga Jakarta-Bandung yang semula lebih menyukai menggunakan alat transportasi kereta api dan bus. Mereka menilai mobil travel menawarkan kemudahan bagi para warga yang hendak bepergian.

"Kalau bus itu kan dari terminal ke terminal, sedangkan travel ke tempat tertentu, tidak ke terminal," katanya.

Jika pemutihan sudah selesai, jumlah mobil travel yang beroperasi saat ini masih 782 unit, sehingga kurang 218 unit untuk memenuhi target 1.000 ribu unit. Untuk itu, Kementerian Perhubungan akan memprioritaskan para pengusaha bus yang ingin beralih menjalankan bisnis travel.

"Kami alokasikan ke pemilik bus. Kalau mati, kami kasih kesempatan untuk beralih ke travel, kasihan mereka sudah mengabdi sekian lama, jadi diprioritaskan," jelasnya.

Selain itu, Kementerian Perhubungan tidak akan membuat regulasi tarif mobil travel. Menurut dia, angkutan umum travel termasuk dalam angkutan nonekonomi. "Tarif kami beri kebebasan," katanya. (art)



© VIVA.co.id
BERITA TERKAIT
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id