BISNIS

Ini Gaji Karyawan Nonstaf Freeport

Karyawan menuntut gaji didasarkan perhitungan per jam menggunakan mata uang dolar AS
Selasa, 20 September 2011
Oleh : Syahid Latif, Nina Rahayu
Mogok massal karyawan PT Freeport

VIVAnews - Setelah didera aksi mogok kerja sejumlah karyawannya, PT Freeport Indonesia menjanjikan berbagai kenaikan pendapatan mulai dari gaji pokok dan tunjangan kepada para pekerjanya. Selama ini pendapatan karyawan nonstaf Freeport sendiri sudah mencapai Rp210 juta hingga Rp230 juta per tahun.

Pendapatan take home pay yang diterima karyawan Freeport tersebut diantaranya berupa gaji pokok, tunjangan, serta bonus lebaran yang diberikan sebesar dua kali gaji.

“Aksi mogok kerja yang kini berlangsung, dilakukan oleh tenaga nonstaf Freeport yang berkerja sebagai teknisi pertambangan,” kata Juru Bicara Freeport Indonesia Ramdani Sirait, di Jakarta, Selasa 20 September 2011

Ramdani menjelaskan semenjak beberapa tahun lalu, Freeport telah memberikan upah sesuai dengan yang berlaku di Indonesia yaitu UU ketenagakerjaan dan Upah Minimum Regional (UMR). Perusahaan memang tidak menggunakan standar ketentuan upah per jam dalam hitungan dolar Amerika (AS).

Bahkan Freeport mengklaim bahwa gaji yang diterima oleh pegawainya merupakan yang terbaik diantara pelaku industri pertambangan di Indonesia.

"Itu adalah pengupahan terbaik, dimana sistem pengupahan kita 160 persen diatas UMR di wilayah Papua," ujar Ramdani.

Dia menambahkan, pengeluaran para karyawan Freeport setiap tahun sebenarnya tidak terlalu besar. Alasannya, selama tinggal di pertambangan, semua kebutuhan karyawan sudah dipenuhi perusahaan.

Ramdani mengatakan, perusahaan sebenarnya sudah merencanakan kenaikan upah pokok pegawai nonstaf sebesar 22 persen selama dua tahun. Kenaikan tersebut akan dilakukan melalui dua tahap yaitu 11 persen pada Oktober 2011 dan sisanya pada Oktober tahun berikutnya.

Selain mengusulkan kenaikan upah pokok ini, perusahaan tambang tembaga dan emas asal Amerika Serikat itu juga sudah menjanjikan untuk meningkatkan bonus bulanan karyawan. Bonus tersebut disesuaikan dengan kenaikan harga dari dua komoditas produksi Freeport.

"Dulu, kita punya bonus yang  kenaikannya berdasarkan harga tembaga, sekarang kita menawarkan kenaikan bonus yang merupakan penggabungan karena kenaikan emas dan tembaga. Kalau digabung, kenaikan bonus bulanan ini mencapai 230 persen, dibandingkan bonus sebelumnya dan jumlah ini besar," ungakp Ramdani

Tak cukup sampai disitu, manajemen Freeport juga berjanji akan menaikkan tabungan pensiun yang dibayarkan karyawan. Besarnya tabungan pensiun yang dibayarkan manajemen tersebut dinaikan dari sebelumnya 1 persen menjadi 4 persen dari gaji karyawan.

Manajemen Freeport juga rencananya akan menambah tunjangan karyawan di bidang kesehatan dan pendidikan keluarga karyawan. "Kita juga masih memiliki tunjangan bagi mereka yang ingin membeli dan memperbaiki rumah mereka," ujarnya

Namun, Ramdani mengaku, tawaran yang dilayangkan manajemen tersebut hingga saat ini belum disetujui oleh karyawan yang masih mogok kerja. Bahkan para pekerja tetap pada tuntutannya yakni meminta standar gaji menggunakan mata uang dolar AS.

“Para pekerja ini maunya digaji pakai dolar AS per jam, yang level rendah mereka minta US$11,5 yang level tinggi mereka minta US$35,” paparnya.

Ramdani menegaskan, manajemen Freeport akan tetap bersikukuh dengan ketentuan penawaran  pengupahan dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) 2011-2012. Dalam ketentuan itu, tertulis bahwa tidak ada  pembayaran gaji per jam menggunakan mata uang dolar AS. (umi)

 

 

TERKAIT
TERPOPULER