TUTUP
TUTUP
BISNIS

Bangun Bandara Baru di Lombok, AP I Merugi

Bandara Internasional Lombok merupakan yang terbesar kedua di Indonesia.
Bangun Bandara Baru di Lombok, AP I Merugi
Bandara Internasional Lombok (BIL) (Antara/ Ahmad Subaidi)

VIVAnews - Baru akan beroperasi pada 1 Oktober 2011 mendatang, PT Angkasa Pura I malah menyatakan Bandar udara (Bandara) Internasional Lombok (BIL) di Lombok Tengah akan menyebabkan kerugian lebih besar pada keuangan perusahaan.
 
Selama ini Angkasa Pura I mengaku rugi sebesar Rp3 miliar per tahun dari pengoperasian Bandara Selaparang Mataram. Kerugian itu muncul karena selisih biaya operasional dan pendapatan Bandara yang terlalu tinggi yaitu masing-masing Rp35 miliar per tahun dan Rp32 miliar per tahun.

"Kalau di Bandara Selaparang kami mengalami kerugian Rp 2 sampai 3 Miliar per tahun. Di BIL nanti bisa tambah merugi. Meski begitu kami tetap beroperasi untuk melayani masyarakat," kata General Manager PT.Angkasa Pura I Bandara Selaparang Mataram I Ketut Erdi Nuke di Mataram, Selasa, 27 September 2011.

Menurut Erdi Nuka, PT.Angkasa Pura I dapat mencapai angka seimbang jika jumlah penumpang yang menggunakan Bandara Internasional Lombok mencapai 2 juta per tahun. Meski begitu keuntungan yang akan diperoleh masih tergantung dengan pergerakan pasar.

"Keuntungan itu nantinya mengikuti pergerakan pasar termasuk berapa luas dan fasilitas yang dimiliki Bandara Internasional Lombok," ujarnya.

Sebagai catatan, kapasitas Bandara Internasional Lombok yang dianggap sebagai Bandara terbesar kedua setelah Bandara Soekarno Hatta Jakarta mampu menampung 3 juta orang  per tahun. Sebelumnya Bandara Selaparang berkapasitas 800.000 pertahun. Bahkan saat ini setiap tahunnya Bandara Selarparang Mataram menampung 1.4050 penumpang.

Bandara Transit

Kendati bakal merugi, manajemen Angkasa Pura I mengaku tetatp berupaya meningkatkan pelayanan di Bandara Internasional Lombok guna memperoleh keuntungan. Salah satu caranya adalah menjadikan Bandara Internasional Lombok sebagai Bandara transit.

"Untuk jadi Bandara transit tidak perlu permintaan khusus, itu tergantung mekanisme pasar seperti apa. Kalau kemanfaatan untuk penumpang lebih tinggi maka BIL bisa menjadi Bandara transit,"ujar Erdi.

Erdi Nuka juga memastikan Bandara Internasional Lombok resmi beroperasi pada tanggal 1 Oktober 2011 pukul 10.00 Wita. Artinya Bandara Selaparang Mataram resmi ditutup pada 30 September 2011 pukul 18.00 wita.

Pada pukul 20.00 wita pihak Angkasa Pura melakukan operasi boyong terakhir. Karena operasi pemindahan alat-alat sudah berlangsung sejak tanggal 26 September 2011.

(Laporan: Edy Gustan|Mataram)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP