BISNIS

Gestun, Sekali Gesek Bisa Ratusan Juta

Dengan berpura-pura membeli emas, pemilik kartu kredit bisa menarik tunai ratusan juta.

ddd
Rabu, 9 November 2011, 15:42
Kartu kredit
Kartu kredit (REUTERS)

VIVAnews - Toko emas yang berlokasi di Metro Atom Plaza, Pasar Baru, Jakarta Pusat ini, sudah tak asing lagi bagi pengunjung tetap pusat pertokoan itu. Bukan lantaran jualannya laris manis, tapi karena bisa melayani jasa gesek tunai alias gestun kartu kredit partai besar.

Gestun merupakan transaksi "haram" pengambilan uang tunai dari kartu kredit. Biasanya pemilik kartu pura-pura belanja  di merchant yang melayani jasa ini.

Pengambilan tunai lewat kartu kredit sebenarnya bisa dilakukan tetapi harus di ATM bank penerbit, bukan di toko.

VIVAnews.com mencoba menelusuri kegiatan toko ini. "Kalau mau gestun, ke toko emas X saja, di lantai 1," kata  seorang karyawan toko penjual pakaian, menjawab pertanyaan kami yang berpura-pura ingin memanfaatkan jasa gestun.

Pertanyaan soal gestun tak hanya dilakukan ke satu dua toko yang ada di situ saja, dan hampir semua yang ditanya mengarahkan ke toko emas tersebut.

Sesampainya di toko itu, kami disambut beberapa karyawan. Mereka benar-benar menawarkan emas. Di tokonya pun tersedia perhiasan emas yang lumayan banyak bila dibandingkan toko lain.
 
Awalnya VIVAnews ragu menanyakan soal jasa gestun. Namun, setelah beberapa lama berbincang, soal gestun pun disinggung. Sambil berbisik, salah satu penjaga toko itu  langsung bilang, "Sini, cepat."

Namun transaksi  tidak dilakukan sebab kami hanya mencari informasi. "Jasanya 2,5 persen. Uangnya bisa diambil cash atau transfer," katanya, menjelaskan. "Mandiri bisa, BCA juga bisa."

Mengenai jumlahnya, tak tanggung-tanggung. Bila toko baju atau toko handphone bisa sampai jutaan rupiah, toko ini bisa ratusan juta. Tergantung limit kartu kredit. "Kalau limitnya cukup, ratusan juta juga bisa," katanya.

Jika gesek banyak, uang jasanya pun tak 2,5 persen. "Bisa dibicarakan," katanya. Jadi kalau mau gesek Rp100 juta, uang jasanya tak harus Rp2,5 juta. Tapi bisa lebih sedikit dari itu.

Selain harus membayar jasa 2,5 persen, pemegang kartu sebetulnya masih dikenakan beban bunga retail yang rata-rata berkisar 3-3,5 persen. Bunga retail ini masih lebih ringan dibandingkan bunga penarikan tunai resmi yang ditetapkan lebih tinggi.

Sebenarnya, bisnis seperti ini termasuk diharamkan oleh Bank Indonesia. Dalam Peraturan Bank Indonesia No.11/11/PBI/2009 Tentang Penyelenggaraan Kegiatan Alat Pembayaran Dengan Menggunakan Kartu (APMK), khususnya pasal 8 ayat 2, menyatakan, acquirer (bank pemproses transaksi kartu kredit) wajib menghentikan kerja sama dengan Pedagang yang melakukan tindakan yang dapat merugikan. Dalam penjelasan aturan ini, "tindakan merugikan" ini salah satunya gesek tunai. (umi)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
hexapro
10/01/2012
Makasih infonya, sekarang tau deh dimana tempatnya. Wkwkwk...
Balas   • Laporkan
andhar
09/11/2011
hmmmm...........!!!
Balas   • Laporkan
badoetsmart
09/11/2011
saya masih awam soal ini.....jd maklumlah
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Kode Etik | Lowongan
Copyright © 2014 PT. VIVA Media Baru