BISNIS

Gedung Tertinggi RI Dirancang Berdesain Batik

Adhi Karya mengusulkan rencana pembangunan gedung 100 lantai yang berlokasi di Jakarta.

ddd
Rabu, 21 Desember 2011, 18:18
Pekerja tengah menyelesaikan pembangunan gedung.
Pekerja tengah menyelesaikan pembangunan gedung. (VIVAnews/Anhar Rizki Affandi)

VIVAnews - PT Adhi Karya Tbk serius dengan rencana membangun gedung 100 lantai yang diharapkan menjadi ikon gedung tertinggi di Ibukota RI, Jakarta. Dalam konsep rancangannya, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bidang konstruksi itu merancang gedung bermotifkan batik.

"(Gedung) Medco kami yang membangun, Oakwood juga kami yang bangun," kata Direktur Utama Adhi Karya, Kiswodarmawan, dalam paparan publik di Jakarta, Selasa, 21 Desember 2011.

Kiswodarmawan menjelaskan, ide pembangunan gedung 100 lantai tersebut muncul karena Adhi Karya menilai Jakarta belum memiliki ikon gedung yang bisa disandingkan seperti Petronas di Malaysia. Untuk itu, perseroan berharap bisa mempersembahkan satu karya konstruksinya bagi Indonesia.

"Kami ingin lebih tinggi dari Petronas, 100 lantai. Jadi, nomor 3 tertinggi di dunia setelah Dubai dan China," kata dia.

Dalam konsep Adhi Karya, gedung 100 lantai tersebut akan langsung terhubung dengan sarana angkutan massal atau mass rapid transportation (MRT) yang akan dibangun pemerintah. Untuk kebutuhan tersebut, Adhi Karya bakal mengajukan usulan tersebut ke Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Gedung 100 lantai ini juga diharapkan dibangun dengan desain green building, dan menjadi tujuan wisata publik. Dengan ketinggian sekitar 1.700 kaki, Adhi Karya menilai pembangunan gedung tersebut tak akan rumit.

Menurut Kiswodarmawan, pembangunan gedung baru itu kini sedang dalam pembicaraan dengan Kementerian Keuangan, khususnya Ditjen Kekayaan Negara. Pembicaraan dilakukan karena perusahaan berharap bisa menggunakan aset pemerintah yang tidak terpakai.

"Kami usulkan ke pemerintah, supaya rights issue bisa jalan, maka harus disetujui penyertaan modal disertai aset," kata dia.

Seperti diketahui, Adhi Karya tengah berupaya untuk menerbitkan saham baru (rights issue) guna memperkuat permodalan perusahaan. Kendati sudah memperoleh izin dari DPR, upaya tersebut belum sepenuhnya berjalan karena pemerintah kini tak memiliki kas cukup besar.

"Adhi kurang modal untuk berkembang, paling tidak dari pesaing. Ide ini (gedung 100 lantai) Kami minta ke mayoritas pemegang saham," kata Kiswodarmawan. (art)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
tempegoreng
19/01/2012
motif uang aja gan, kan pejabat kita suka uang APBN/APBD
Balas   • Laporkan
nugelo1990
18/01/2012
dulu monas jadi kebanggaan kota jakarta, tapi sekarang sudah tenggelam, ikon boleh sajah menurut saya, supaya punya power tuh indonesia.
Balas   • Laporkan
sigitss
18/01/2012
ikon tidak perlu ikon gedung tinggi. urusin dulu transportasi publik yang terintegrasi. Ini yang lebih membanggakan
Balas   • Laporkan
batubata
22/12/2011
Kalo di Papua bikin aja gedung berbentuk Koteka
Balas   • Laporkan
iscouter
22/12/2011
hati" om direktur, tar gedungnya runtuh klo tinggi", jembatan yg rendah aja pd ruunntuh semua, harap lebih d'perhatikan proses pembangunannya,,,,,,,
Balas   • Laporkan
samwru
@Sam
21/12/2011
saya setuju dengan proyek ini..kita perlu ikon baru yg menarik perhatian dunia...mengurus negara perlu ego kenegaraan agar kita tidak dipandang sebelah mata... saya pernah tinggal di malaysia..gara2 tower petronasnya malaysia kebanjiran turis.
Balas   • Laporkan
ran_ran
21/12/2011
sebaiknya design nya mewakili seluruh warisan kebudayaan bangsa ini jgn hanya batik krn tower tsb mewakilii indonesia bukan jawa
Balas   • Laporkan
hendra.harry
21/12/2011
ambisi boleh tapi akan lebih bijak jika anggarannya untuk yg lebih menyentuh rakyatnya yg masih banyak yg nganggur boss..
Balas   • Laporkan
valent09091616
21/12/2011
kiranya pemerintah perlu mendukung gagasan ini, karena kita perlu sebuah icon baru selain monas
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com