BISNIS

Proyek-proyek Bukit Asam di 2012

Program itu menjadi prioritas Milawarma sebagai direktur utama Bukit Asam yang baru.

ddd
Kamis, 22 Desember 2011, 17:04
Kegiatan tambang batu bara
Kegiatan tambang batu bara (www.warwick.ac.uk)

VIVAnews - Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara resmi menunjuk Milawarma sebagai direktur utama PT Bukit Asam Tbk, menggantikan pendahulunya, Sukrisno, pada rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB).

Milawarma yang sebelumnya menjabat sebagai direktur Operasional dan Produksi, usai pengangkatan dirinya sebagai direktur utama menyatakan terdapat beberapa program prioritas bagi Bukit Asam di masa jabatannya.

"Kebetulan saya menjadi dirut, sebelumnya direktur operasi. Pak Sukrisno juga dari direktur operasi. Program-program saya yaitu melanjutkan, mempercepat, dan penambahan. Komitmen kami tetap sama, saya punya keinginan dipercepat," kata Milawarma, dalam konferensi pers, usai RUPSLB Bukit Asam, di Hotel Four Seasons, Jakarta, Kamis 22 Desember 2011.

Program-program yang menjadi prioritas itu, menurut Milawarma, di antaranya menggenjot produksi dan penjualan, penyelesaian pembangkit listrik, pengembangan angkutan kereta api dengan Grup Rajawali dan pelabuhan.

"Insya Allah, dengan dukungan pemerintah pusat dan pemerintah daerah bisa menjadi solusi. Kalau Adani (proyek kereta api baru) belum, kami belum punya keputusan berapa persen, tetapi ada ide. Masih dalam kajian bisnisnya," kata dia.

Sementara itu, Milawarma melanjutkan, Bukit Asam menargetkan kinerja operasional akan naik 10-20 persen pada 2012. Untuk 2011, ia memperkirakan pendapatan mencapai Rp10-11 triliun dan laba bersih di atas Rp3 triliun.

"Capex (belanja modal) tahun depan Rp1,7 triliun, yang diperoleh dari dana kas internal," ungkapnya.

Capex itu, menurut Milawarma, diperuntukkan bagi pengembangan infrastruktur dan replacement (penggantian mesin) serta belum termasuk akuisisi dan lain-lain. "Apabila nanti ketemu target yang fisibel akan dilakukan juga. Ini khusus untuk investasi infrastruktur dan replacement," kata dia.

Berikut ini rencana pengembangan proyek Bukit Asam selengkapnya:
1. Kereta api eksisting, kapasitas akan ditingkatkan menjadi 22,7 juta ton per tahun, yaitu TE-Kertapati sepanjang 167,6 kilometer (km), dan TE-Taragan sepanjang 416,6 km.

2. Coal Bed Methande, kurang lebih 50 MMSCF per hari (kurang lebih 50 juta kaki kubik gas per hari), dengan komposisi pemegang saham yaitu Dart 45 persen, Pertamina 27,5 persen, dan Bukit Asam 27,5 persen.

3. Proyek kereta api baru (Adani), kapasitas mencapai 35 juta ton per tahun, jarak mencapai 270 km, termasuk pembangunan pelabuhan baru. Komposisi pemegang saham yaitu Adani 97,5 persen dan pemerintah provinsi 2,5 persen.

4. Proyek kereta api baru (Transpacific), kapasitas mencapai 25 juta ton per tahun, jarak mencapai 307 km, termasuk pembangunan pelabuhan baru. Komposisi pemegang saham yaitu Grup Rajawali 80 persen, Bukit Asam 10 persen, dan China Railway Engineering Corporation 10 persen.

5. PLTU Tarahan, kapasitas 2x8 megawatt.

6. Pengembangan pelabuhan batu bara 'Tarahan', kapasitas 25 juta ton per tahun.

7. PLTU Mulut Tambang ISS 8 'Banko Tengah', kapasitas 2x620 MW, dengan komposisi saham yaitu Bukit Asam 45 persen dan China Huadian Corporation 55 persen. Nilai investasi diperkirakan sekitar US$1,5 miliar.

8. PLTU Mulut Tambang, kapasitas 3x10 MW.

9. PLTU Mulut Tambang 'Banjarsari', kapasitas 2x110 MW, komposisi pemegang saham yaitu Bukit Asam 59,75 persen, PT Pembangkit Jawa Bali 29,15 persen, dan PT Navigat Innovative Indonesia 11,10 persen. (art)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com