TUTUP
TUTUP
BISNIS

Jusuf Kalla: Jangan Tekan Upah Buruh

Tidak semestinya upah buruh yang ditekan pengusaha untuk menurunkan biaya produksi.
Jusuf Kalla: Jangan Tekan Upah Buruh
Jusuf Kalla (VIVAnews/Anhar Rizki Affandi)

VIVAnews - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan bahwa tidak semestinya upah buruh yang ditekan pengusaha untuk menurunkan biaya produksi.

Namun, JK --sapaan akrab Jusuf Kalla-- menilai bahwa permasalahan pokok buruh justru berada di pemerintah.

"Upah buruh itu tidak elastis, sebaiknya naik terus malah. Yang elastis itu begini, upah buruh tidak mungkin diturunkan, yang diturunkan itu bunga, biaya logistik, birokrasi, itu yang bisa diturunkan. Itu harus, gampang sekali," kata Jusuf Kalla di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Kamis, 2 Februari 2012.

Menurut JK, sebenarnya, permasalahan buruh beberapa waktu terakhir, sumber utamanya justru yang membuat biaya produksi meningkat seperti suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI), biaya logistik yang mahal, dan birokrasi yang berbelit-belit.

Suku bunga SBI, JK melanjutkan, dapat mempengaruhi biaya produksi karena bisa menggenjot pinjaman. Sementara itu, biaya logistik yang tinggi mengakibatkan biaya produksi pun akan melambung. Kemudian, birokrasi yang berbelit-belit juga dapat menghambat proses produksi.

"Kita semua setuju buruh mendapat kesejahteraan yang baik," ungkapnya.

Suatu perusahaan, dia menambahkan, mempunyai biaya produksi dengan struktur terdiri atas bahan baku, buruh, dan energi. Jika biaya yang lain tergolong tinggi, upah buruh juga akan sulit untuk naik.

"Jadi, perbaiki saja biaya logistik, listrik. Dengan itu, upah buruh bisa dinaikkan. Tetapi, karena ini tidak baik, makanya tertekan," kata dia.

Siapa pun, menurut JK, ingin upah buruh naik agar daya beli juga meningkat. Namun, jika upah buruh kecil, daya beli buruh pun akan rendah, sehingga ekonomi tidak akan bergerak. "Ini bahaya juga untuk ekonomi bangsa," ujarnya.

"Cuma harga pokok terambil, bunga terambil di biaya logistik, terambil di biaya listrik. Kalau ini bisa kita efisienkan, upah buruh bisa dinaikkan," tutur JK.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP