BISNIS

Kementerian PU Lelang Paket Senilai Rp35 M

Secara total, proyek yang masuk ke dalam belanja modal 2012 mencapai 10.854 paket.
Kamis, 2 Februari 2012
Oleh : Antique, Ronito Kartika Suryani
Konstruksi beton jalan layang Casablanca

VIVAnews - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengungkapkan telah melaksanakan pelelangan 9.277 paket bernilai Rp35 miliar. Namun secara total, proyek yang masuk ke dalam belanja modal 2012 mencapai 10.854 paket, dengan nilai anggaran Rp38,88 triliun.

"Dari total proyek yang dilelang tersebut, sebanyak 200 paket yang kegiatannya sudah ditandatangani kontraknya, seperti proyek pengelolaan banjir drainase dan rehabilitasi jaringan irigasi di 10 wilayah Indonesia," kata Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum, Agoes Widjanarko saat jumpa pers di Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta, Kamis 2 Februari 2012.

Namun, Agoes mengaku pesimis penyerapan anggarannya bisa mencapai 25 persen per triwulannya, meski pelaksanaan lelang sudah mencapai hampir 90 persen. "Hal itu, karena kegiatan pelelangan pada umumnya memakan waktu selama dua hingga tiga bulan sejak lelang dibuka," ujarnya.

Selain itu, dia menambahkan, dalam pelaksanaan tender terkadang orang menjadi sulit menentukan dalam pilihan untuk ikut atau tidak sehingga menjadi ragu dalam menentukan tender, takut nanti ditunjuk malah tidak selesai, bahkan ada yang putus kontrak.

"Nah, itu merupakan salah satu fokus yang kita percepat agar tidak terulang kembali dengan Peraturan Menteri No 07 Tahun 2012 mengenai Standar Pedoman Pengadaan Pekerjaan Konstruksi dan Jasa Konsultasi melengkapi Perpres No 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang atau Jasa Pemerintah. Jadi, tidak ada tender sebelum DIPA (daftar isian pelaksanaan anggaran) sah." kata Agoes.

Sementara itu, Agoes menuturkan, Kementerian PU menargetkan untuk penyerapan anggaran diharapkan akhir tahun ini bisa mencapai 100 persen.

"Secara komposisi untuk awal triwulan I-2012 bisa mencapai 13,14 persen, triwulan II mencapai 43,15 persen, triwulan III mencapai 76,32 persen, dan triwulan IV akhir tahun mencapai 100 persen. Ya, paling tidak bisa mencapai 90 persen lebih," ujarnya.

TERKAIT
TERPOPULER