BISNIS

Aburizal: BBM Naik, Sekolah Gratis 12 Tahun

Pemerintah agar mengalihkan sebagian dana pengurangan subsidi untuk infrastruktur.

ddd
Rabu, 29 Februari 2012, 14:36
Kenaikan harga BBM, sedikit atau banyak, akan menambah beban pengeluaran masyarakat.
Kenaikan harga BBM, sedikit atau banyak, akan menambah beban pengeluaran masyarakat. (VIVAnews/ Muhamad Solihin)

VIVAnews - Ketua Umum DPP Partai Golkar, Aburizal Bakrie, memahami alasan kuat dari kebijakan pemerintah yang berencana mengurangi subsidi sekaligus menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Namun, pemerintah juga harus memberikan kompensasi yang jelas dan bermanfaat untuk rakyat atas kebijakan tersebut.

Mantan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat itu mengatakan, kenaikan harga BBM, sedikit atau banyak, tentu akan menambah beban kebutuhan atau pengeluaran masyarakat. Biaya hidup pun akan meningkat, sehingga perlu ada kebijakan khusus untuk mengurangi beban tersebut.

"Bisa dilakukan dengan beasiswa (sekolah) gratis selama 12 tahun, atau dengan meningkatkan program Jamkesmas (Jaminan Kesehatan Masyarakat)," ujar Aburizal di sela kunjungannya ke Sukabumi dalam kegiatan bertajuk Safari Jawa I, Rabu, 29 Februari 2012.

Aburizal juga meminta pemerintah agar mengalihkan sebagian dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dari hasil pengurangan subsidi BBM tersebut untuk membangun infrastruktur, seperti jalan raya, jalan tol, jembatan, dan sarana pelayanan kesehatan. Pengalihan subsidi seperti itu dinilainya akan lebih bermanfaat untuk masyarakat.

Sebelumnya, dua politikus Golkar di DPR RI, Aziz Syamsuddin dan Satya W Yudha, mengusulkan kepada pemerintah agar mengalokasikan dana penghematan subsidi BBM untuk rakyat miskin, jika pilihannya memang harus dengan menaikkan harga BBM bersubsidi. Upaya itu harus pula didukung data akurat dari sensus penduduk keluarga miskin, sehingga bisa tepat sasaran dan berkeadilan.

Pemerintah, menurut Satya W Yudha, sebaiknya memberikan jaminan pembangunan infrastruktur energi maupun non-energi seperti pendidikan, kesehatan, dan lainnya sebagai progam konkret penghematan anggaran dari berkurangnya subsidi energi dalam APBN.

Meski mendukung kenaikan harga BBM, yang rasional dan proporsional, menurut dia, Partai Golkar menolak rencana kenaikan tarif dasar listrik sebesar 10 persen bagi pelanggan di atas 900 VA. Apalagi, jika dilakukan bersamaan dengan kenaikan harga BBM bersubsidi tahun ini.

Ia meminta pemerintah melakukan efisiensi terhadap biaya operasional PT Perusahaan Listrik Negara dan mendorong penggunaan atau pemanfaatan energi lainnya sebagai pengganti BBM. Tujuannya untuk mengoptimalkan pembangkit listrik.

Laporan: M Arief Hidayat, eh



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
voorhees
02/03/2012
.... syarat dan ketentuan berlaku ... :p
Balas   • Laporkan
purple.luck
01/03/2012
Iming-imingnya kejauhaaaan....
Balas   • Laporkan
subadi.purboyuwono
01/03/2012
sekolah 12 thn gratis............???????? sekarang saja sdh ada dana BOS murid msh juga mengkopy buku paket.
Balas   • Laporkan
wisnu2306
29/02/2012
Hahahahahahaha,sampai sakit perut saya membaca kalau Subsidi dihapus tpi sekolah gratis 12 tahun..
Balas   • Laporkan
syamsudien.browdeen
29/02/2012
gak yakin aku pak katanya sekolah gratis tapi kok masih banyak pungutan di sana sini bakalan banyak korupsi ini misal nya dana 500 Rb per anak bisa di sunat tu mungkin tinggal 300 dengan alasan klasik untuk birokrasi
Balas   • Laporkan
ranisyahbudiman | 29/02/2012 | Laporkan
betul,....fakta sudah membuktikan: semua proyek pemerintah pasti dikorup......sori rakyat tdk butuh proyek ini,.....
rasya_krpd
29/02/2012
sekolah gratis dan jaskesmas banyak dikorup !!! sama aja bung ..
Balas   • Laporkan
ranisyahbudiman | 29/02/2012 | Laporkan
setuju
mickymouse
29/02/2012
LAPINDO PAK DI PERHATIKAN ! UDAH BANYAK MERUGIKAN ORANG !
Balas   • Laporkan
delta88
29/02/2012
politik saling bantu membantu bangun negeri...ga kaya T..... dkk K1.. statmentya ampun...anoa ditambah baja.diganti ban rantai,dikasih meriam ya pak???
Balas   • Laporkan
delta88
29/02/2012
nah gini dong politik yang patut dicontoh..ga kaya hidung putih...congornya minta ampun...statmenya provokasi ga berdasar fakta..
Balas   • Laporkan
vivav77
29/02/2012
BLT cukup ampuh mencegah kerusuhan akibat krisis ekonomi. Lanjutkan saja. Tapi perlu disaring betul2 mana yg pantas menerima, jangan sampe yg punya motor bagus dapat BLT.
Balas   • Laporkan
ranisyahbudiman | 29/02/2012 | Laporkan
BLT proyek korupsi berjemaah. sulit diaudit apalagi masuk KPK karena di tingkat bawah juga dikorup. jadi waktu diaudit mereka mengelak (untuk lindungi diri sendiri otomatis melindungi koruptor kakap)


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id