BISNIS

Dahlan Ingin Rebut ATS RI dari Singapura

Singapura sampai ini masih mengatur sistem layanan penerbangan di sebagian wilayah RI.

ddd
Kamis, 15 Maret 2012, 13:58
Terminal II Bandara Internasional Soekarno Hatta, di Tangerang, Banten
Terminal II Bandara Internasional Soekarno Hatta, di Tangerang, Banten (Antara/ Widodo S Jusuf)

VIVAnews - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan berencana membentuk perusahaan baru yang akan mengatur sistem lalu lintas udara (Air Traffic System/ATS) secara lebih terintegrasi untuk keselamatan dan kenyamanan penumpang pesawat terbang.

BUMN baru tersebut juga disiapkan untuk mengambil alih sistem layanan penerbangan di sebagian wilayah Indonesia yang saat ini masih dikontrol Singapura. Negara tetangga itu kini masih mengatur penerbangan di wilayah Batam, Medan, Pekanbaru, Pontianak, Bangka Belitung, dan Palembang.

Selama ini ATS di Indonesia dikelola oleh dua BUMN, yaitu Angkasa Pura I untuk wilayah Indonesia timur dan Angkasa Pura II untuk wlayah Indonesia Barat.

"Indonesia harus menganut single air traffic provider, sekarang masih double dan belum terintegrasi," kata Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan, saat ditemui di ruang kerjanya di Jakarta, Kamis, 15 Maret 2012.

Dahlan menjelaskan BUMN baru tersebut nantinya akan berstatus perusahaan umum (Perum) yang berdaulat penuh terhadap udara Indonesia. Dengan terbentuknya BUMN baru ini diharapkan Indonesia akan siap mengambil alih pengelolaan sistem layanan penerbangan terintegrasi dalam 1-2 tahun mendatang.

"Indonesia memang menyerahkan kontrol negara kita ke negara sahabat, karena kita sendiri belum mampu. Karena itu, sebelum meminta, kita harus meyakinkan dunia internasional bahwa Indonesia sudah mampu mengelola," jelasnya.

Dahlan menjelaskan, proses pembentukan BUMN baru ini ditargetkan selesai pekan depan. Selanjutnya, BUMN bakal meminta persetujuan pemerintah ditandai dengan Peraturan Pemerintah (PP) yang akan keluar dalam satu bulan mendatang.

Untuk pembentukan BUMN baru tersebut, Kementerian BUMN telah menunjuk Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Herry Bakti S.Gumay sebagai ketua badan pengawas dan Dirut AP I, Tommy Soetomo dan AP II Tri S. Sunoko sebagai anggota badan pengawas.

"Nantinya dewan pengawas ini yang akan mengusulkan siapa yang menjadi direksi perum Single ATS provider ini," katanya. (eh)

 



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
pacesorong
13/04/2012
Semoga artikel ini dibaca Pak SBY
Balas   • Laporkan
gagax
17/03/2012
Mari kita beri sambutan dan tepuk tangan meriah untuk presiden RI 2014-2019
Balas   • Laporkan
sylvania
16/03/2012
ini baru orang bener, jangan waktu yang dirubah rubah, kebablasan gilanya
Balas   • Laporkan
skakmate
15/03/2012
Jangan Merangkak dalam Keraguan, Berlarilah dengan KEYAKINAN.. lanjut pak........
Balas   • Laporkan
vharry
15/03/2012
lanjutkan, Pak... tinjulah congkaknya negara tetangga....
Balas   • Laporkan
helmie_anggara
15/03/2012
KALO ADA 1000 ORANG KAYAK PAK DAHLAN INI, WAWW...INDONESIA BISA JD NEGARA MAJU DAN DISEGANI...T.O.P...CAIYO P'DAHLAN.
Balas   • Laporkan
leina
15/03/2012
keren gilak!! Go Indonesia, ciptakan terobosan-terobosan lebih banyak lagi :)
Balas   • Laporkan
agus.putro
15/03/2012
Maju terus pak Dahlan, terobosan-terobosan seperti ini yang diperlukan untuk Indonesia agar tidak jauh tertinggal dengan negara tetangga.
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com