BISNIS

Jakarta Makin Macet, Berkah Buat Pengembang

"Sekarang Jakarta sangat macet, tren ke depan back to city."

ddd
Senin, 9 April 2012, 13:00
Mansion at Kemang
Mansion at Kemang  

VIVAnews - Kemacetan yang terjadi di Jakarta yang kini sudah mulai merambah jalan-jalan kecil di ibukota, ternyata telah menjadi berkah bagi para pengembang properti. Kemacetan yang makin parah ini dipastikan memicu  tren masyarakat Jakarta untuk tinggal sementara di tengah kota.

"Sekarang Jakarta sangat macet, tren ke depan back to city. Mereka punya rumah besar di kawasan sub urban, kaya di luar kota, di kota untuk transit weekdays, kalau weekend ke luar kota," kata Direktur Pengembangan Bisnis PT Pakuwon Jati Tbk, Ivy Wong, saat konferensi pers, topping off Casa Grande Residence, Eightyeight@kasablanka, Kota Kasablanka, Jakarta, Senin 9 April 2012.

Ivy mengakui, saat ini banyak kalangan masyarakat yang mengeluhkan  kemacetan di Jakarta. Di tengah keluhan itu, para pengembang justru melihat sebuah peluang bisnis besar di sektor properti.

Kalangan pengembang yakin, seperti efek domino, kemacetan akan membuat orang semakin menginginkan untuk tinggal di lokasi yang dekat dengan tempat bekerja.

Kendati harga properti di tengah kota semakin tinggi, pengembang yakin kondisi itu takkan menyurutkan minat masyarakat. Sebab, di tengah tingginya harga, masyarakat bisa menikmati suku bunga bank yang cukup rendah dengan inflasi yang tinggi.

Pertimbangan lain adalah pembelian properti di tengah kota sebagai bentuk investasi jangka panjang. "Kondominium sebagian untuk investasi dan disewakan lagi. Banyak yang gara-gara macet, membeli properti untuk kebutuhan tinggal," ujarnya.

Dengan kondisi tersebut, para pengembang yakin tren masyarakat ke depan adalah memiliki rumah kedua untuk tinggal. Dalam proses pemilihannya, masyarakat akan banyak yang beralih ke hunian jenis kondominium. Sebab, untuk membeli rumah, harga tanah terlampau mahal dan memerlukan perawatan ekstra.

"Dulu saya tinggal di Pondok Indah, kerja di Slipi. Kapan saya tidur, kapan punya waktu dengan keluarga. Memikirkan cara efisien dengan keluarga, kondominium untuk weekday," tegasnya.

Menurut Ivy, tren properti akan meningkat jika kondisi politik stabil dan pertumbuhan ekonomi tetap tinggi. Khusus untuk Indonesia, perekonomian  domestik kini telah berkembang, ditunjang pemerintah yang telah mempunyai program ekonomi yang terarah.

"Yang mendukung, sektor manufaktur bagus dan finansial stabil, saya rasa harga akan meningkat," ungkapnya. (art)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com