BISNIS

Bayar Pensiun PNS, Pemerintah Tombok Rp50 T

"Makanya PNS harus bekerja keras dan kasih darma bakti yang baik."

ddd
Jum'at, 13 Juli 2012, 14:34
Pegawai negeri sipil (PNS)
Pegawai negeri sipil (PNS) (Antara/ Feri Purnama)

VIVAnews - Selain membayar biaya gaji para pegawai negeri sipil (PNS), keuangan negara juga dibebani dengan urusan pensiun para abdi negara tersebut. Bahkan, kini pemerintah mengaku mengalami defisit sebesar Rp50 triliun per tahun untuk anggaran tersebut.

Menurut Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Azwar Abubakar, alokasi anggaran untuk pensiun PNS mencapai Rp60 triliun. Sayangnya, iuran yang dipungut dari gaji PNS setiap tahunnya hanya mampu menghimpun dana Rp10 triliun. Artinya, pemerintah masih harus menyediakan anggaran hingga Rp50 triliun.

"Jadi, kami tidak bisa naikkan gaji pokok sekarang ini, karena pensiun besar sekali," ujar Azwar di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Jumat, 13 Juli 2012.

Menurut Azwar, anggaran pemerintah untuk pensiun para PNS tersebut diakui lebih besar dari besarnya remunerasi yang diberikan.

Pemerintah, dia melanjutkan, hingga kini masih mencari solusi yang tepat untuk memangkas besarnya dana pensiun yang harus ditalangi tersebut. Alasannya, anggaran tersebut mulai makin membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam jumlah yang cukup besar.

Hitungan pemerintah, besarnya alokasi anggaran pensiun PNS hampir menyamai dana subsidi listrik pada 2011 yang mencapai Rp65 triliun. "Makanya PNS harus bekerja keras dan kasih darma bakti yang baik," tandasnya. (art)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
sutantantina
09/08/2012
Lucu kalau dikatakan pemerintah nombok untuk dana pensiun, bukankah data basenya ada, mengapa tidak dianggarkan. Itu kan kewajiban negara melindungi warganya sesuai dengan hak dan kewajibannya.
Balas   • Laporkan
wewew
13/07/2012
hebat PNS... semasa kerja ada aja proyek sana-sini, uzurnya dapet pesangon plus pensiunan... udh pensiun msh dapet ASKES lg... gimana ga dimanja...
Balas   • Laporkan
myadra | 18/07/2012 | Laporkan
gini kalo orng sok tau,..komen nya basi,.. tiap bulan utk pensiun dipotong 10%,.. loe kali aja 10% dari 2jt*mis* x 12 x 30 tahun,... uang itu juga utk pensiun,... yg payah yg urus duit pensiun nya brrti,.. utk askes, smpe pensiun ttp dipotong 2%,... ooonn
empritnyiruk | 13/07/2012 | Laporkan
maaf, itu pejabat mau nipu rakyat atau ditipu taspen.. Utk askes, dana pensiun, pesangon itu semua dipungut dr motong gaji [take home pay] 10%/bulan .. tdk gratis begitu. Jgn putar balik keluhan kalo bingung ngatur aparat, askes dan taspen.
koberkobere
13/07/2012
makanya usia pensiun dipertua menjadi 70 tahun, supaya gak bayari orang nganggur....
Balas   • Laporkan
boim.tongos
13/07/2012
gpp...kan uang negara ..pemerintah kagak rugi. lalu rekrut lagi pns sebnyak-banykny...lumayan uang setoran masuknya untuk kas partai...hidup menteri aparatur negera.
Balas   • Laporkan
joecy | 13/07/2012 | Laporkan
@empritnyiruk: terus kerjaan loe apa PNS ??? tidur? maen2? ga guna loe semua
empritnyiruk | 13/07/2012 | Laporkan
lho jgn khilaf, itu diambil dr memotong gaji perbulan 10%, sewaktu msh aktif. Pemrintah cuma ngatur sja, kan yg muterin dana si taspen.. gitu aja kok sewot.


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com