BISNIS

Perusahaan AS Bangun Pabrik Etanol di RI

Proyek tersebut membutuhkan investasi US$1,5-2 miliar.

ddd
Kamis, 19 Juli 2012, 20:15
Kegiatan di sebuah pabrik.
Kegiatan di sebuah pabrik.  

VIVAnews - Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, Celanese Corporation, menggandeng PT Pertamina untuk mengerjakan proyek bahan bakar etanol dari batu bara di Indonesia. Proyek tersebut membutuhkan investasi US$1,5-2 miliar atau sekitar Rp13,5-18 triliun (kurs Rp9.000 per dolar) per pabrik untuk menghasilkan 1 juta liter etanol.

Wakil Presiden Senior dan Direktur Keuangan Celanese Corporation, Steven M Sterin, menjelaskan perusahaannya berkolaborasi dengan Pertamina untuk bersama-sama mengembangkan proyek bahan bakar sintesis etanol di Indonesia dengan menggunakan teknologi etanol TCX milik Celanese.

"Etanol yang akan dikembangkan berbeda dengan yang telah ada di Indonesia, karena diolah dari batu bara berkalori rendah," kata Sterin di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis 19 Juli 2012.

Menurut Sterin, batu bara ini nantinya diproses dengan teknologi milik Celanese dan akan menghasilkan etanol. Satu pabrik dapat mengolah 4 juta ton batu bara per tahun yang dapat menghasilkan 1,3 miliar liter etanol.

Dipilihnya batu bara karena Indonesia kaya akan komoditas tambang berkalori rendah itu. Dengan diubah menjadi etanol, maka dapat mengurangi ekspor batu bara, sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia.

Ia mengklaim, harga etanol 30 persen lebih murah dibandingkan harga bahan bakar minyak (BBM) yang tidak disubsidi. Bahan bakar etanol memiliki oktan tinggi, sehingga dapat memperbaiki kualitas udara melalui penurunan jumlah partikel serta emisi oksida nitrogen dan belerang.

Celanese dan Pertamina saat ini sedang menentukan pengaturan sistem pasokan, lokasi produksi, dan strategi distribusi yang bisa diterapkan. Ia menargetkan kajian lokasi dan perizinan akan selesai dalam enam bulan mendatang. Setelah proses perizinan diperoleh, maka proses produksi dapat dimulai dalam 30 bulan mendatang.

Usaha Patungan

Celanese dan Pertamina juga sedang dalam proses pembentukan usaha patungan (joint venture) untuk membentuk bisnis model, cara distribusi, pasokan batu bara, dan pembeli etanol.

Indonesia, dia melanjutkan, membutuhkan paling tidak empat pabrik etanol berskala besar untuk menurunkan kebutuhan impor bahan bakar minyak (BBM) Pertamina yang saat ini lebih dari 30 juta barel per tahun.

Bagi Celanese, proyek etanol di Indonesia merupakan yang ketiga di seluruh dunia setelah Amerika dan China. Celanese mencatat penjualan sebesar US$6,8 miliar pada 2011 dan berada di peringkat 368 dari daftar Fortune 500 pada 2012. (ren)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
blondot2012
20/07/2012
Masuknya investasi dan teknologi baru sangat dibutuhkan Indonesia tapi harap belajar dari pengalaman yg dahulu, kita harus bisa mendapatkan keuntungan yg lebih besar tidak spt Freport dan yang terpenting adanya alih teknologi shg td mjd ketergantungan
Balas   • Laporkan
dr.kupingcongek
19/07/2012
"...dapat mengurangi ekspor batu bara, sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia" alsn bulus klasik ngra kapitalis utk menguras sda di indonesia. ironisnya pemimpin2 bodoh tak prnh jeli & waspada membuat kesepakatan.
Balas   • Laporkan
sukhoi150 | 20/07/2012 | Laporkan
SBY itu otak peLe*.. Buat Apa ada BPPT ??? dia gak percaya orang indonesia bisa meLakukan itu semua... sesungguhnya Orang Indonesia pinter-pinter.. tapi sayang SBY Otak PeLe* gak mau tau.. Hanya DahLan Iskan Yang mempercayai Orang Lokal utk MobiL Listrik.


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com