BISNIS

Harga Kedelai Melambung, Ini Kata Pemerintah

Pemerintah memastikan mahalnya kedelai karena pasokan yang tersendat.

ddd
Senin, 23 Juli 2012, 18:33
Para perajin tahu di Tegalparang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan
Para perajin tahu di Tegalparang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan (VIVAnews/Anhar Rizki Affandi)

VIVAnews - Pemerintah memastikan mahalnya harga kedelai saat ini lebih karena meningkatnya permintaan global, khusunya di China. Selain itu, kondisi ini diperparah oleh tersendatnya pasokan kedelai dari Amerika Serikat yang  tengah mengalami kemarau panjang.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa meminta importir kedelai tidak mengambil kesempatan dalam kesempitan dalam kondisi saat ini. "Ini bukan gangguan internal, tapi pasokan dunia," kata dia di Jakarta, Senin 23 Juli 2012.

Hatta mengaku telah berkoordinasi dengan kementerian terkait, khususnya dengan Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian, sehingga diharapkan harga kedelai akan melandai.

Hatta juga meminta para pelaku usaha yang dirugikan, khususnya para perajin tahu dan tempe sedikit bersabar. Dia telah berkoordinasi dengan para importir untuk mempercepat penyaluran kedelai di tanah air.

Menurut Hatta, bila pemerintah mengambil langkah operasi pasar pun bukan solusi terbaik, karena tanpa kerjasama semua pihak, permasalahan ini tidak akan selesai.

Tingginya harga kedelai membuat sejumlah perajin tahu dan tempe berencana mogok produksi. Mereka menuntut pemerintah mengambil alih tata niaga kedelai agar dapat membantu para produsen tempe dan tahu mendapatkan harga kedelai yang lebih murah.

Amerika Serikat, produsen gandum dan kedelai terbesar dunia, tengah menderita kekeringan terburuk dalam setengah abad ini. Kekhawatiran telah menyebabkan harga pangan melonjak tajam.

Jagung untuk pengiriman September di Chicago Board of Trade pada Jumat mencapai rekor tertinggi sebesar US$8,16 per bushel, sementara kedelai untuk pengiriman Agustus juga mencatat rekor U$17,49 per bushel.

Harga Gandum untuk September juga naik 4 persen menjadi US$9,35 dan menetapkan ke level tertinggi dalam empat tahun. Sekadar informasi, 1 bushel jagung setara 25,4 kg sedangkan gandum dan kedelai setara 27,2 kg.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
zuhar
25/07/2012
Petani dan dinas pertanian serta kementan harus sejalan, pemerintah jangan arogan jika harga kedelai tinggi malah import kalau harga jelek gak mau beli milik petani, karena import pemerintah dpt fee kan, kalau lewat petani gak dpt fee ya, sadarlah rakyat
Balas   • Laporkan
siliwangiband
24/07/2012
udah produksi dlm negeri belum bisa memnuhi pasar, eh pasar ekspor impor harganya terkena ekses krisi, lengkap deh penderitaan negeri pemakan kedelai ini,, makanya pengembang perumahan seperti bakri jgn trus ekspansi , tanam tuh kedelai
Balas   • Laporkan
donilesmana
24/07/2012
Kenaikan harga kedelai ini merupakan dampak dari kekeringan dan meningkatnya permintaan pasokan kedelai. Tidak mudah untuk mengatasi hal ini. Kita berharap upaya pemerintah untuk mempercepat distribusi kedelai bisa berhasil.
Balas   • Laporkan
zuhar | 25/07/2012 | Laporkan
ini kesalahan pemerintah kita sekarang kita bisa lihat ORBA antara pemerintah, mentri pertanian dan dinas pertanian berjalan sama lihat dulu ada klompencapir dan ppl pertanian yang turun langsung lihat skrng malah pertanian malah gak mau bikin bibit sendi
hdewanggarani
24/07/2012
Kenaikan harga karena meningkatnya demand itu hal yang wajar sekali terjadi, ditambah dgn adanya badai kekeringan yg menyebabkan berkurangnya supply secara drastis. Tp peningkatan harga ini sifatnya sementara krn badai kekeringan tdk trjadi terus menerus!
Balas   • Laporkan
m_yadi_m
24/07/2012
Solusi dari pemerintah tetap import apa mau produki sendiri ?
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id