BISNIS

Tiga Pertanyaan SBY untuk Memacu Pertumbuhan Ekonomi

Jika ekonomi tumbuh, pendapatan negara meningkat.

ddd
Rabu, 17 Oktober 2012, 12:48
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (Dok. Kementerian Luar Negeri)

VIVAnews - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membuka Trade Expo Indonesia 2012, Rabu, 17 Oktober 2012. Dalam ajang itu, ia mengajak dunia usaha dan pemerintah meningkatkan pertumbuhan ekonomi serta ekspor.

SBY membuka sambutannya dengan mengajukan tiga pertanyaan penting mengenai ekspor, perdagangan, dan ekonomi Indonesia.

Pertama, mengapa ekonomi Indonesia harus tetap tumbuh? Dengan ekonomi yang tumbuh, lapangan pekerjaan tercipta. Yang semula menganggur menjadi bekerja dan memiliki penghasilan. Jika ekonomi tumbuh, pendapatan negara meningkat, sehingga negara dapat membiayai pemerintahan dan mengurangi kemiskinan.

"Hasil akhirnya untuk kesejahteraan rakyat dapat kita tingkatkan," ujar SBY dalam pembukaan Trade Expo Indonesia 2012 di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta.

Kedua, mengapa ekspor harus tetap tumbuh? SBY menjelaskan, dalam kondisi krisis global seperti saat ini, tidak mudah untuk mencari pasar karena permintaan turun. Jika ekspor turun, yang terpukul adalah industri barang dan jasa.

"Kita harus cerdas dan cekatan untuk menumbuhkan ekspor, mencari pasar baru dan menjaga pasar tradisional," tambahnya.

Target ekspor yang ditetapkan Kementerian Perdagangan ini sebesar US$2 miliar. Menurut SBY, target ini cukup ambisius dan menantang. Ia berharap ajang Trade Expo Indonesia 2012 ini dapat menjalin kerja sama internasional yang lebih luas.

Ketiga, apa saja yang membuat peningkatan ekspor? Untuk mencapai ini, SBY melanjutkan, memerlukan kerja sama antara dunia usaha serta pemerintah pusat dan daerah.

Agar bisa bersaing, perusahaan harus produktif, efisien, adaptif, dan inovatif. Hal ini merupakan tantangan dunia usaha. Kewajiban pemerintah adalah meningkatkan infrastruktur, termasuk sistem logistik yang harus efisien.

Pemerintah juga mendorong peluang diversifikasi pasar. "Sehingga jika kita cerdas, pandai dan cekatan, selalu ada peluang itu," ujarnya. (art)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
north
17/10/2012
ekspor kt rendah dan sebaliknya impor malah tinggi..lantas apa yg bisa kita jual keluar negri yg tentunya berkualitas ekspor..tanpa riset/penelitian dan teknologi apa daerah bisa memproduksi brng/komoditas ekspor..apa pemda/pemkot dan pem.pusat satu hati.
Balas   • Laporkan
hdewanggarani
17/10/2012
Keterkaitan prkembangan ekonomi&kesejahteraan masy mmg sangat erat.Ekspor memegang peran penting utk menggenjot pertumbuhan ekonomi scr signifikan.Jd,jgn hny industri2 bsr di Jkt yg dikembangkan,industri di daerahpun bs didorong agr pny daya saing tinggi.
Balas   • Laporkan
ardee.danang
17/10/2012
kita liat kenyataan yg ada pak ? apa semua perusahaan manufaktur dan jasa mampu bersaing di pasaran sedangkan pemerintah cenderung acuh tak acuh untuk mendukungnyaa , nah ini yang tdak sejalan untuk menumbuhkan ekonomi indonesia .
Balas   • Laporkan
hdewanggarani | 17/10/2012 | Laporkan
Tunjukkan dl hasil kerja yg maksimal, secara otomatis pemerintah jg akan membantu memajukannya.
hdewanggarani | 17/10/2012 | Laporkan
Mslh ini tdk bs hanya dibebankan ke pemerintah pusat, tp jg pemerintah daerah. Dan butuh dorongan juga dr masyarakat pelaku bisnis itu sendiri untuk membuat masy dan pemerintah sadar akan keberadaan perusahaannya dengan menghasilkan kualitas yg baik. Tunj


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com