BISNIS

Efek Penutupan Bursa AS Akibat Badai Sandy

Pelaku pasar berharap dapat membuka perdagangan saham pada Rabu.

ddd
Selasa, 30 Oktober 2012, 09:05
Suasana di Bursa Wall Street
Suasana di Bursa Wall Street (REUTERS/Brendan McDermid)

VIVAnews - Badai Sandy kembali memicu penutupan pasar saham di bursa Amerika Serikat pada Selasa 30 Oktober 2012. Ini merupakan hari kedua. Namun pelaku pasar di bursa Wall Street mengupayakan dapat membuka perdagangan di akhir bulan ini, Rabu 31 Oktober.

Seperti dikutip Reuters, pasar saham ditutup pada Senin karena cuaca buruk untuk pertama kalinya dalam 27 tahun. Pasar obligasi juga ditutup lebih awal pada siang hari, karena angin dan gelombang dari Badai Sandy melanda pesisir Timur.

Pejabat dua operator bursa saham terbesar di AS, NYSE Euronext (NYX) dan Nasdaq OMX Group (NDAQ), mengatakan, mereka berniat membuka kembali perdagangan pada Rabu jika kondisi memungkinkan. Pasar obligasi juga akan kembali ditutup pada Selasa.

Rabu merupakan hari perdagangan penting, karena menandai akhir bulan, ketika pelaku pasar akan mengelola harga portofolio mereka. Namun kota New York masih merasakan dampak dari badai pada Senin malam, sehingga kekhawatiran tetap menghantui, karena badai dapat menimbulkan kerusakan dan kemungkinan pemadaman listrik.

Kekhawatiran itu yang akan menguji kemampuan pasar untuk membuka kembali perdagangan pada Rabu. Selain itu, sistem angkutan massal di New York, yang sebagian besar digunakan karyawan untuk pergi bekerja, juga tidak beroperasi. Belum diketahui kapan layanan itu akan kembali normal.

Efek luas dari penutupan pasar saham itu, menurut analis, akan berdampak pada hilangnya potensi pendapatan puluhan juta dolar dari perbankan dan perusahaan jasa perdagangan saham.

Bahkan, beberapa perusahaan menunda laporan laba untuk periode triwulanan. Sejumlah cabang bank juga tutup di wilayah Timur Laut, sedangkan beberapa di antaranya menjanjikan untuk membebaskan biaya tertentu pada daerah yang terancam badai.

Eqecat, perusahaan yang mengukur paparan berbagai risiko bencana alam, memperkirakan dampak badai dapat menyebabkan kerugian tertanggung sebesar US$5-10 miliar. Sementara itu, kerugian ekonomi diprediksi US$10-20 miliar.

Penutupan perdagangan saham itu juga mengancam penundaan rencana penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) sedikitnya enam perusahaan. Sementara itu, karyawan Facebook Inc dilarang menjual saham di perusahaan media sosial terbesar itu, setelah "terkunci" pada perdagangan berakhir.

"Jika Anda ke luar dari pasar selama dua hari, Anda benar-benar mulai membuat beberapa tekanan keuangan yang serius," kata Jim Paulsen, dari Wells Capital. (umi)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com