BISNIS

Usaha Online Mahasiswa Yogyakarta Rp1 T

"Banyak mahasiswa yang tinggalnya di kos-kosan tetapi bayarnya dollar.

ddd
Jum'at, 28 Desember 2012, 07:07
Bisnis online
Bisnis online (http://rumpitekno.com)

VIVAnews - Tak semua mahasiswa yang menempuh studi di Yogyakarta berasal dari keluarga mampu. Banyak dari mereka yang kemudian menjalani usaha memenuhi kebutuhan hidup dan uang kuliah, salah satunya dengan berbisnis online.

Bahkan dalam satu tahun diperkirakan pendapatan mahasiswa berbisnis online bisa mencapai Rp1 triliun. Usaha ini tidak bisa dideteksi oleh Bank Indonesia karena bisnis online.

“Data pendapatan mahasiswa yang melakukan bisnis online selama satu tahun bisa mencapai Rp1 triliun. Ini berdasarkan penelitian terhadap sejumlah mahasiswa terutama di STMIK AMIKOM. Data itu bisa diperoleh di Kantor Pos Besar Yogyakarta, tempat mereka melakukan transaki pengiriman barang maupun uang,” kata Ketua STMIK AMIKOM Prof M. Suyanto di Kepatihan, Yogyakarta.

Menurut Suyanto, bisnis online mereka lakukan dengan banyak cara. Antara lain, dengan advertising (iklan) melalui blog. Mahasiwa bekerjasama dengan perusahaan besar seperti Google, Double Click, American Online dan lainnya. Termasuk dengan affiliate programme atau menjual produk orang lain dan membuat ulasan tentang suatu produk.

“Pengguna internet di dunia ini sebanyak 2,4 miliar sehingga ini merupakan pangsa yang menggiurkan. Sekarang banyak mahasiswa yang tinggalnya di kos-kosan tetapi bayarnya dollar. Untuk beberapa bisnis seperti affliliate programme mereka tidak perlu modal,” ujar Prof. Suyanto.

Usaha para mahasiswa kata Suyanto memang tidak terdeteksi karena mereka bekerja sendiri tidak mendirikan perusahaan berupa PT. maupun CV. Karena itu. tidak mengherankan jika mahasiswa yang melakukan bisnis online pendapatannya bisa lebih dari Rp10 juta per bulan. Bahkan ada yang Rp35 juta hingga Rp100 juta melalui project dari luar negeri.

“Namun kita belum bisa mendata secara detail berapa banyak mahasiswa yang melakukan bisnis online di Yogyakarta,” katanya.

Lebih lanjut Suyanto mengatakan bisnis online itu mudah diajarkan dan dikerjakan. Hal yang paling diperlukan adalah kejujuran dan kedisiplinan. Karena itu dia mengusulkan supaya pemerintah mulai mengimplementasikan hal tersebut kepada masyarakat khususnya para wirausahawan muda.

“Pola penjualan melalui internet bisa menjadi salah satu cara pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan. Bahkan penjualan lewat internet bisa dimanfaatkan oleh para pengrajin. Saya bisa mengajari bagaimana cara menjualnya,” ujar Suyanto.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
yudie.yudhi.7
03/01/2013
ah masa sich.. malahan banyak yg ada penipuan Online... tu hasilnya bisa trilyunan...
Balas   • Laporkan
gps94
30/12/2012
semoga bisa ngikutin kakak kakak yang udah berhasil ah,, :D #kelas11-S1Ti-15
Balas   • Laporkan
kevinoeng
29/12/2012
Tak segampang sebuah Cerita selama pinguin dan si panda masih jalan-jalan....
Balas   • Laporkan
narjicagur
28/12/2012
ga bisa liat orang dpt penghasilan,maunya dipajakin aja biar bisa dikorupsi,hu...
Balas   • Laporkan
greymiauw | 28/12/2012 | Laporkan
ente belanja aja bayar pajak koq...gak sadar ya? kalau gak mau bayar pajak..gidah
adyaryanto.trs
28/12/2012
amikom gitulho... gak sia2 jadi kampus orang berdasi...
Balas   • Laporkan
john.mc
28/12/2012
iya betul . . ga usah mikirin pejabat ,mereka juga ga peduli ,kalo tahu para para bisnis onlen omsetnya 1T pejabat malah mikir gimana kalo ditarik pajak . .hasil penarikan pajak dikorupsi rame-rame biar ga ketahuan . . kurangajar ga tuh . . ? !
Balas   • Laporkan
greymiauw | 28/12/2012 | Laporkan
yang salah dana pajaknya apa orangnya sih?
fixfix
28/12/2012
Mahasiswa masih muda berjuang untuk menghasilkan 1T. Pejabat kita di pemerintahan berjuang juga untuk korupsi 1T.
Balas   • Laporkan
kevinoeng
28/12/2012
hmmmm maknyusss... semangat..semangat...... Banned
Balas   • Laporkan
fixfix
28/12/2012
Semangat berjuang dari muda, manthab!!!
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com